DARUBA – Pada Selasa (8/3/2022) sekitar pukul pukul 14.00 WIT, Basarnas unit siaga SAR Morotai menerima laporan dari Takdir yang merupakan Satuan Pengawasan Pelabuhan Morotai bahwa Kapal Feri KMP Ngafi dengan rute Tobelo-Morotai Kandas di perairan Juanga Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara dan meminta bantuan SAR.
Kronologisnya tim SAR Morotai menerima laporan dari Takdir bahwa pada pukul 2.13 WIT itu KMP Ngafi dengan rute Tobelo – Morotai mengalami kandas di perairaan Juanga Morotai Selatan, Kabupaten Kepulauan Morotai, saat dalam perjalanan menuju Morotai. Kondisi ini terjadi karena kapal yang hendak sandar di pelabuhan itu di terpa angin kencang sehingga kapal bergeser tak jauh dari pelabuhan dan mengalami kandas, selain itu air laut juga sedang surut.
Kasiop Basarnas Ternate Bram Madya mengatakan, pihaknya setelah mendapat kabar itu pukul 14.10 WIT, tim SAR Gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melaksanakan evakuasi penumpang KMP Ngafi, dengan menggunakan Rubber Boat Unit Siaga SAR Morotai, Rubber Boat BPBD, Sea Rider KAL WAYABULA dan KMP Kolorai milik Pemda Morotai.
Selanjutnya kata dia, sekitar pukul 15.30 WIT, Tim SAR gabungan mengevakuasi para korban ke 3 titik tempat evakuasi, dimana KMP Kolorai mengevakuasi korban menuju pelabuhan Fery morotai. Sementara Sea Rider KAL WAYABULA mengevakuasi korban menuju Pelabuhan Molokai dan Rubber Boat Unit Siaga SAR Morotai mengevakuasi korban menuju pelabuhan Sahid Morotai.
“Dan pada pukul 17.15 WIT, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dengan hasil seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Maka operasi SAR dinyatakan selesai,” jelasnya.
Menurut dia, KMP Ngafi sendiri memuat sebanyak 253 orang yang terdiri dari 253 penumpang dan 21 ABK, dengan jumlah kendaraan yang di muat sebanyak 35 kendaraan terdiri dari sepeda motor sebanyak 22 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 13 Unit.
“Seluruh penumpang dan ABK berhasil di evakuasi, dengan jumlah yang di evakuasi sebanyak 253 orang,” sebutnya.
Dikatakannya, KMP Ngafi sendiri saat ini masih kandas di perairan Juanga Morotai dan menunggu air pasang untuk di laksanakan penarikan. “Ada sebagian ABK yang masih standby untuk menjaga kapal,” tegasnya.(cim)

