WEDA – Tragis nasib dialami Yan Kembalang (42). Pria ini ditemukan tewas tergeletak oleh warga di bawah Jembatan Fidi, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda Tengah, Senin (11/1/21) pagi. Diduga kuat korban ini tewas karena mengalami kecelakaan tunggal.
Terkait kejadian itu menurut Kasat Lantas Polres Halteng, IPDA Indah Fitria Ranita membenarkan adanya peristiwa tersebut sembari menjelaskan kejadian Laka Lantas (laka tunggal) tersebut.
Menurutnya waktu kejadian sekitar Minggu (10/1/21) sekitar pukul 21.00 Wit. Awalnya satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam merah dengan nomor polisi DG 5185 NH yang dikendarai oleh saudara Yan Kembalang berkecepatan tinggi dari arah barat ke timur atau dari Weda menuju Lelilef.
Sesampainya di jalan umum kilo meter 3 pengendara sepeda motor tidak dapat mengendalikan sepeda motornya sehingga pengendara dan sepeda motor masuk ke sungai sedalam 3 meter dan pengendara sepeda motor tertimpa motor tersebut.
Dikarenakan tidak ada masyarakat yang lewat dan kurangnya penerangan di tempat kejadian, sehingga korban ditemukan keesokan harinya, yaitu Senin (11/1/21) sekitar pukul 08.00 Wit dalam keadaan telah meninggal dunia (MD).
“Selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Weda untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya. Sementara informasi yang dihimpun di lokasi kejadian diketahui korban menggunakan sepeda motor Jupiter Z warna hitam merah dengan nomor polisi DG 5185 NH.
Salah seorang warga, Abdurrahman Senok (33) mengaku, sekitar pukul 07.30 Wit melihat police line di jembatan itu putus. Karena penasaran, dia kemudian hendak memeriksa. Di lokasi tersebut, kata dia, polisi telah memasang police line, sebab kerap terjadi kecelakaan.
“Jadi police line memang sudah dipasang oleh polisi, karena memamg daerah situ (TKP-red) sering terjadi kecelakaan, pas waktu pagi saya lihat police line itu putus, makanya saya penasaran dan pergi mengecek,” ungkap Abdurrahman.
“Saya langsung ke sana untuk cek, ternyata ada satu unit motor dan orang yang tergeletak di kolong jembatan,” ucap Abdurrahman lagi. Dia mengaku, saat melihat ada motor dan orang yang tergeletak di bawah jembatan, dia langsung kembali untuk memaanggil warga setempat.
Setelah memberitahukan warga, dia bersama sejumlah warga kemudian melapor ke pihak polisi. “Setelah itu mobil polisi dan ambulance langsung datang di Tempat Kejadian Perkara,” ucap Abdurahman.
Sementara itu, adik sepupu korban, Apsalon Pusung mengatakan, korban sempat menghadiri hajatan keluarga di Nusliko. Sekira pukul 20.00 WIT, korban minta izin untuk kembali ke Fritu. Kata Apsalon, keluarga sempat meminta korban untuk tidak kembali. “Ketika dia (korban) minta izin pulang, kami sempat meminta untuk jangan dulu, nanti besok baru pulang, tetapi korban bersikeras karena besok harus berangkat kerja di PT. IWIP,” ucap Apsalon mengenang.
Diketahui, sebelum diambil pihak keluarga, korban ditempatkan di ruang mayat Rumah Sakit Umum Daerah Weda (RSUD). Atas kejadian itu pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti yang diamankan, yakni 1 (satu) Unit Kendaraan R2 (Yamaha. Jupiter z) warna Hitam merah dengan no polisi DG 5185 NH. (udy)

