Menurutnya, kalau diukur dari kuantitas dan kualitas tahun ini ada peningkatan, sebelumnya pada tahun 2023 ada 4 orang yang ditangkap sementara tahun 2024 terhitung 6 bulan sudah ditangkap 8 tersangka, dan sudah dilakukan tahap 2 ke Kejaksaan.
“Saat ini semua tersangka sudah kita lakukan tahap dua serahkan ke kejaksaan bersamaan dengan barang bukti,” ujarnya.
“Kita lebih tingkatkan lagi karena kita mendapatkan info ada yang lebih besar lagi, ada juga mabuk lem memang dampaknya lebih parah dari pada jenis narkotika yang lain, karena tidak bisa dijerat dengan UU yang efeknya lebih bahaya terutama pemakai anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menghimbau kepada orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya dalam keseharian, karena peran orang tua sangat dibutuhkan.
“Ini membuktikan bahwa kejahatan narkoba di Halmahera Barat semakin marak, tetapi kami juga akan berusaha melakukan pencegahan di mana nanti dari fungsi Binmas melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah maupun kepada masyarakat tentang bahaya narkotika,” jelasnya.
Kemudian disentil terkait apakah ada pejabat yang terlibat dalam kasus narkoba, Erlichson mengaku tidak ada pelaku dari pejabat.
Sementara yang ditangani selama ini pelakunya dari kalangan pengangguran dan pengemudi becak motor.
Pewarta : Faisal Noho
Editor : Erwin Egga
