Selain itu, kata Ardian, pentingnya dibangun terminal transit di Payahe, agar dapat menjadi penghubung antar Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan dan Kota Tidore Kepulauan.
“Apabila jalan Payahe-Dehepohodo sudah tuntas dibangun oleh Pemerintah Provinsi, kemudian aktivitas transportasinya juga sudah lancar, maka kita sudah bisa memotong perjalanan laut yang cukup jauh dari Gane Barat dan Gane Timur (Kabupaten Halsel), ke Kota Tidore Kepulaun,” tambahnya.
Ia mengaku, dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan terminal transit di kelurahan payahe, dirancang kurang lebih senilai Rp 28 Miliar. Pembangunan ini, nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan dua sumber pendanaan, yakni APBD Kota Tidore, dan bantuan dari Kementrian Republik Indonesia.
“Untuk tahap pertama ini dilakukan pekerjaan timbunan yang telah dialokasian 3 Miliar lebih. Sebab di lokasi itu penuh rawa, sehingga membutuhkan perpadatan struktur tanah, agar kedepan ketika dibangun ruko, tidak berpengaruh terhadap struktur tanah,” tandasnya.(ute)
