Kecewa, Anggota Satpol PP Tak Dapat Insentif Penanganan Covid-19

Kasat Pol PP Pulau Morotai Yanto A Gani

DARUBA – Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Pulau Morotai yang masuk dalam Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pulau Morotai tidak pernah diberikan insentif penanganan Covid-19 selama dua tahun.

Hal ini lantas dianggap tak adil oleh para anggota Satpol PP, lantaran hampir semua instansi yang terlibat dalam Satgas Covid-19 rutin diberikan insentif setiap tahun, terkecuali Satpol PP.

“Tahun kemarin (2020, red) tidak ada sama sekali. Padahal dalam SK kami masuk dalam tim Satgas. Untuk tahun ini juga sama, kami belum terima. Tapi tahun ini kami sempat diminta buku rekening, padahal sampai saat ini tidak ada kabar sama sekali soal insentif kami. Itu barang kalau ada ya dikasih, kalau tidak ada ya jangan pakai cara kumpul buku rekening,” kesal para anggota Satpol PP yang menolak identitasnya dipublis kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Terpisah, Kasatpol PP Pulau Morotai, Yanto A Gani, ketika ditemui awak media mengaku telah menerima keluhan dari para anggotanya terkait masalah itu. Dan ia pun merasa kecewa, karena merasa anggotanya diperlakukan tak adil.

“Ya saya kecewa demi anak-anak, artinya begini, kalau anak-anak tidak tahu ya sudah, masalahnya anak-anak di awal di kasih tahu loh, dan rapat waktu itu ada dong pe danton, bukan saya saja, tapi dong pe Danton juga ikut rapat, torang pe Kabid Trantip juga ikut rapat, dan ini anak buah tahu. Dengar informasi Protokoler ada entah mungkin kesehatan di dalam juga ada, karena torang di dalam itu kan TNI, Polri, Satpol-PP, Kesehatan dan Protokoler. Kalau ke empat unsur ini dapat terus Satpol tidak dapat, maka ini patut dipertanyakan. Sementara anggota saya di lapangan lebih banyak aktif,” ungkap Yanto.

Yanto mengaku sudah mempertanyakan masalah ini ke Sekretaris Satgas Covid-19, hanya saja tidak ada solusi.  “Saya udah berulang koordinasi ya, jangan sampe dibilang saya membuat pernyataan sebelum koordinasi, jadi saya so koordinasi dengan Sekretaris PMD sebagai Sekretaris Covid. Namun beliau juga menyarankan saya untuk koordinasi ke pimpinan yang lebih di atas, ya saya mau gimana lagi,” katanya.

 Ditanya soal SK anggota Satpol PP yang di tugaskan dalam penanganan Covid 19, menurut Yanto, ada. “Anak-anak namanya ada dalam SK, ada nama-namanya itu, bahkan dalam SK itu ada tertuang itu kan ada beberapa kali SK di terbitkan, dan SK terakhir itu tinggal 7,” tuntas Yanto. Sementara itu, Kapolres Pulau Morotai yang juga selaku Ketua Satgas Harian Covid-19 Morotai, A’an Hardiansyah, ketika dikonfirmasi dikantornya mengaku bahwa soal insentif itu di sesuaikan dengan alokasi anggaran dan tupoksi kerja dilapangan.

“Kalau tanggapan saya masalah insentif, kita sesuaikan lagi dari alokasi anggaran yang ada di Pemda, yang kedua kita lihat lagi pelaksanaan tugas yang selama ini bagaimana, apakah tupoksinya itu sudah dilaksanakan atau belum, kalau nanti tupoksinya ini dilaksanakan, artinya kalau itu tupoksinya laksanakan kan di situ kan ada anggaran, mata anggaran, kan itu bisa di serap dalam hal pelaksanaan tugas. Namun kalau memang tidak ada tupoksinya di dalam itu berarti kan perlu ada insentif, apabila itu sudah ada tupoksinya terus kemudian ada insentif lagi, apa tidak duplikasi. Nah kalau polisi kan kaitan dengan kesehatan kan tidak ada tupoksinya, semua peran ini kan ada di Pemda, ya silahkan kalau masalah itu sepanjang kita bekerja harus berharap dengan masalah insentif ya sampai kapan Indonesia ini maju,” kata A’an.

Disentil, soal pengumpulan buku rekening milik anggota Satpol PP yang katanya diminta oleh bendahara Covid, dirinya mengaku bahwa soal Satgas khusus itu diluar dari kewenangannya.

“Kalau di dalam alokasinya Satgas Khusus itu di luar kewenangan saya. Artinya, terkait dengan masalah anggaran itu di bahas oleh pak Danramil selaku Kasatgasnya, kalau Satgas Khusus. Bahkan pun, Polres sampai merambak banyak kegiatan, banyak personil dilibatkan itu yang mendapatkan insentif itu kalau gak salah 8 atau 10 orang. Tapi kalau kita lihat di lapangan faktanya lebih daripada itu, dan bahkan Kapolres sendiri keluar duit untuk membantu anggota Dalmas sejumlah 23 Orang,” tandasnya. (fay)