WEDA – Fron Peduli Untuk Kemanusiaan (FPUK) bersama masyarakat Desa Damuli, Peniti dan Masure kembali melakukan aksi demonstrasi di Kecamatan Patani Timur (Patim).
Aksi yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Patani Timur itu sebagai bentuk protes terhadap Pemda dan DPRD yang mereka nilai tidak responsif atas tuntutan warga agar dua lembaga pemerintahan ini mendesak pihak kepolisian untuk lebih serius dan fokus dalam penanganan kasus pembunuhan di hutan sekitar kali Gowonle bulan Maret 2021 lalu.
Seperti diketahui, peristiwa penyerangan oleh OTK terhadap 7 orang warga Patani Timur dan Patani Utara itu menewaskan 3 orang dan 4 orang lainya berhasil menyelamatkan diri.
Namun hingga 8 bulan, aparat kepolisian masih mencari pelaku dibalik penyerangan dan pembantaian itu. Masa aksi menganggap desakan warga, baik melalui dialog maupun demonstrasi yang dilakukan berulang-ulang seakan tak mendapat tanggapan serius dari instansi terkait.
Akumulasi kekecewaan itu kemudian kembali mendorong mereka untuk melanjutkan aksi protes. Salah satu pemuda Desa Peniti membenarkan terjadinya aksi protes tersebut.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa selain membakar ban bekas, massa aksi juga memalang pintu utama Kantor Kecamatan dan mencoret dinding gedung. Aksi yang dimotori pemuda Desa Masure ini juga melibatkan pemuda dari Desa Peniti dan Damuli. “Aksi ini akan terus dilakukan hingga Pemda dan DPRD mau datang dan berdialog,” tutupnya. (udy)

