Kendati demikian, Walikota memastikan bahwa untuk kedepan, Pemerintah Daerah Kota Tikep tetap konsisten untuk menambah 1 unit gerai Indomaret di setiap kecamatan.
Rencananya pemerintah akan mengeluarkan izin pembangunan Indomaret di Kelurahan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan, dan Kelurahan Rum Kecamatan Tidore Utara.
“Saat ini banyak sekali dari lurah yang minta untuk dimasukan Indomaret, bahkan banyak yang mendukung. namun kami masih melihat perkembangannya seperti apa. Selain itu soal pembangunan Indomaret ini dilakukan, itu juga atas rekomendasi lurah dan camat,” tandasnya.
Disisi lain, keluhan pedagang soal kehadiran Indomaret yang dianggap dapat mematikan pelaku-pelaku usaha kecil, mendapat tanggapan dari Plt. Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Mochtar Djumati.
Menurutnya, langkah Walikota untuk memasukan 1 unit gerai pembangunan Indomaret per kecamatan, itu sudah tepat. Hanya saja, Pemerintah melalui instansi teknis dalam hal ini Dinas Perindagkop, perlu melakukan kajian teknis untuk tetap menjaga stabilitas harga, stabilitas konsumen, dan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tidore.
Agar tidak terjadi peningkatan pengangguran akibat kehadiran Indomaret yang mengancam pelaku UMKM di Tidore.
Karena berdasarkan data dari Bapelitbang, sebagaimana yang diberitakan beberapa media sebelumnya, itu UMKM lokal, sukses merekrut tenaga kerja hingga mencapai 1.200 orang.
“Kebijakan 1 Kecamatan 1 Indomaret, itu sudah sangat baik, sehingga dilakukan saja seperti itu, sambil kita lihat perkembangannya seperti apa kedepan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa Ovos ini menuturkan, bahwa pemerintah daerah juga memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Seharusnya TPID bisa melihat persoalan ini dari semua aspek agar dapat menjaga stabilitas perekonomian daerah.
“Misalnya ada barang yang sama kemudian dijual di toko kecil dan Indomaret, namun di toko kecil tidak laku, maka hal ini juga perlu dipertimbangkan, karena orang-orang yang memiliki toko di Tidore, itu juga semuanya warga Tidore,” tambahnya. (ute)
