DARUBA – Kepala Kantor Pos Pulau Morotai, Takdir Tomagola, meralat kembali pernyataannya yang menyebut bahwa penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tidak perlu menggunakan kartu vaksin. Menurut dia, pernyataannya itu keliru. Karena berdasarkan Surat Keputusan Presiden, kata Takdir, bagi penerima BST diwajibkan mengikuti vaksinasi terlebih dulu.
“Untuk Kantor Pos pembayaran BST di Pulau Morotai ini, kita semua berpatokan di keputusan Presiden. Jadi untuk penerima BST semua harus di swab dulu, setelah itu di cek kondisi kesehatannya, setelah itu divaksin. Setelah menerima vaksin masuk ke Kantor Pos ke petugas juru bayar untuk menerima bantuan sosialnya dengan uang Rp 600 ribu dan beras 10 kg. jadi semua sudah jelas disitu (keputusan presiden, red). Kalau memang menolak vaksin segala bentuk bantuan sosial itu dia tidak bisa terima, jadi kemarin itu saya juga lupa dengan edaran itu,” katanya saat menghubungi awak media, Rabu (11/8/2021). Dirinya juga optimis bisa memaksimalkan penyaluran BST sebelum tanggal 20 Agustus 2021.
“Kita saat ini tersebar di 9 titik, karena satu kecamatan itu dilaksanakan di tiga titik, dan hari ini (kemarin) berjalan di tiga kecamatan sampai malam hari. Dan kalau mau lihat antusiasnya masyarakat, banyak yang sudah terima vaksin. Untuk tiga kecamatan target kita percepat, jadi malam ini (kemarin) sudah di titik ketiga, dan malam itu juga kita balik ke Daruba. Besok sudah jalan untuk satu kecamatan di Morselbar. Jadi saya rasa kalau sampai tanggal 20 cukup, karena di support juga oleh Pemda, kita bersinergi juga dengan Pemda, kemudian dengan Nakes, Dinkes, Dinsos. Jadi kita semua jadi satu tim dan bergerak percepat, dan itu diseriusi oleh pak Bupati, dan sudah dikeluarkan SK-nya,” ungkapnya.
Kemensos Tidak Minta Syarat Vaksin Dalam Penyaluran BST
Ia menambahkan, total penerima BST di Pulau Morotai sebanyak 5.726 orang. Jumlah penerima terbanyak di Kecamatan Morotai Selatan sebanyak 4.098 orang, disusul Morotai Selatan Barat 517 orang, Morotai Timur 434 orang, Morotai Utara 376 orang, Morotai Jaya 301 orang.
“Kalau untuk Morotai Selatan kemarin kan dari 4.000 itu per tanggal kemarin (Selasa) yang tersisa 1000 lebih, itu pun desa Kolorae dan Galogalo belum, karena kita sudah bergeser di luar Kecamatan Morotai Selatan. Jadi realisasinya mungkin bisa tercapai 80 persen. Karena di luar Morotai Selatan itu tidak banyak,” pungkas Takdir. (fay)

