DARUBA – Kerusakan jalan nasional atau jalan lingkar di Kabupaten Pulau Morotai capai 4.200 titik. Kerusakan ini tersebar di lima kecamatan.
Ini berdasarkan data Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Satuan Kerja Wilayah Satu, Provinsi Maluku Utara.
Koordinator Teknik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Morotai, Andika Konoras mengatakan kerusakan jalan ini terdiri dari dua kategori yaitu kategori lubang ukuran kecil dan besar.
Diakui, kerusakan jalan hotmix ini terjadi di seluruh Kecamatan, mulai dari Kecamatan Morotai Jaya, Morotai Utara, Morotai Timur, Morotai Selatan hingga Morotai Selatan Barat.
“Dari Desa Sopi (Morotai Jaya) sampai Desa Wayabula (Morotai Selatan Barat) itu jalan berdasarkan hasil identifikasi kami di lapangan sebanyak 4.200 titik jalan rusak, kategori lubang baik lubang kecil sampai lubang besar,” jelas Andika, Senin (26/9/2022).
Namun, kata Andika, kerusakan tersebut akan segera diperbaiki tahun ini. Dan itu sudah mulai dilakukan sejak awal tahun kemarin.
“Jalan berlubang yang ditangani itu dimulai dari Kantor Samsat (Kecamatan Morotai Selatan) sampai ke desa Wayabula Kecamatan Morotai Selatan Barat, karena indeks kerusakan atau jalan berlubang yang lebih parah itu ke arah desa Wayabula. Maka dengan anggaran sekitar Rp 30 Miliar yang ada, kita optimalisasi untuk jalan berlubang dari Morotai Selatan ke Morotai Selatan Barat,” katanya.
Untuk tahun berikutnya, lanjut Andika, akan difokuskan lagi ke arah desa Bere-Bere Kecamatan Morotai Utara sampai ke desa Sopi Kecamatan Morotai Jaya.
“Jadi nanti sisanya itu pada tahun depan baru akan kita kerjakan lagi, dalam arti bahwa semua bebas lubang, itu yang menjadi target kita sampai di tahun 2024,” ujar Andika.
Selain itu, Andika mengatakan, di tahun 2023, juga ada perencanaan perbaikan jalan yang saat ini masih divalidasi atau di survey oleh konsultan perencanaan.
“Setelah itu baru dikeluarkan pagu indikatifnya. Jadi pagu anggaran pada tahun 2023 itu lebih besar karena tingkat kerusakan jalan di Pulau Morotai itu cukup parah,” pungkas Andika. (fay)

