TOBELO – Kasus gantung diri di kalangan remaja di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) rupanya bukan sesuatu yang baru sejak tahun 2020 lalu. Kini diawal tahun 2021, diduga karena kesal ditegur oleh orang tua, salah satu remaja di Kecamatan Tobelo Tengah, memilih akhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kasubag Humas Polres Halut, Iptu. Mansur Basing Kamis (07/01/21) menyebutkan, kejadian gantung diri terjadi di salah satu desa di Tobelo Tengah, dengan korbannya masih merupakan seorang pelajar. Dimana korban ditemukan orang tuanya sudah tak bernyawa pada Rabu (06/01/2021).
Mansur menjelaskan, berdasarkan keterangan yang didapatkan di TKP, korban ditemukan ibunya di kamar belakang dalam posisi tergantung sekitar pukul 21.00 Wit. “Saat mengetahui ada kejadian tersebut saksi berteriak dan memanggil ayah korban dan saat itu ayah korban langsung datang ke tempat, dimana korban tergantung,” jelasnya, Kamis (07/01/2020).
Selanjutnya, saat itu ayah korban langsung memeluk korban dan mengangkat korban, pasalnya ayah korban sempat mendengar korban masih mengeluarkan suara sehingga pada saat itu langsung dilepas tali yang sementara terikat dileher korban.
“Naas, setelah ayah korban melepaskan tali dari leher ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi,” terangnya. Saat kejadian itu, lanjut Mansur, piket SPKT dan piket Reskrim serta anggota Polsek Tobelo melaksanakan olah TKP sekaligus mencari dan mengambil keterangan saksi-saksi.
Sementara itu, pihak keluarga bersedia membuat surat pernyataan menolak untuk di otopsi dan menganggap adalah musibah atau cobaan bagi keluarga. “Motif korban gantung diri berdasarkan keterangan dari orang tuany,a penyebab anaknya gantung diri dikarenakan anaknya sementara bermain bersama temannya, kemudian dipanggil ibunya untuk segera mandi. Namun setelah selesai mandi, ibunya kaget anaknya nekat gantung diri,” tutupnya. (fer)
