SANANA – Ketua DPC PKB Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Burhanudin Buamona menyatakan sikap tidak mendukung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati, Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-Umar) pada Pilkada di 9 Desember mendatang. Mantan anggota DPRD Kepsul ini malah memilih mendukung Paslon Fifian Adeningsi Mus dan M. Saleh Marassabesy (FAM-SAH).
Padalah, pada pertarungan kali ini, PKB telah memberikan rekomendasi dukungan kepada HT-Umar. Hanya saja, Burhanudin merasa kalau mendukung HT-Umar untuk memenangkan pertarungan politik, tidak ada keuntungan yang didapati dari partai pengusung. Sudah menjadi bukti, karena di 2015 lalu, PKB juga salah satu partai yang mengantarkan Hendrata Thes dan Zulfahri Abdullah Duwila menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kepsul.
“ Di 2015 itu ada kontrak politik yang kita bangun. Namun secara politik, PKB merasa komitmen itu sangat merugikan. Makanya momentum 2020 ini, secara institusi HT mendapat rekomendasi dari PKB. Tapi dengan kondisi ini, kalau kita mendukung HT, itu kita sangat rugi. Kita akan kalah star jika berkaitan dengan politik jangka panjang,” kata Burhanudin saat ditemui di Waimua caffe, Kamis (24/09/20).
Burhanudin mengatakan, alasan dia tidak mendukung HT pada Pilkada kali ini, yakni soal komitmen yang telah dibangun bersama HT pada 2015 lalu terkait dengan Kepsul yang mau dijadikan sebagai daerah industri terpadu di Malut, kemudian menciptakan 5.000 lapangan kerja di Kepsul.
“Sampai saat ini, tidak ada satu yang telah dilakukan. Kemudian kontrak yang berikut itu menyangkut dengan 100 hari kerja, di dalamnya jalan keliling Pulau Sulabesi, dan 100 hari kerja berikut jalan keliling di Pulau Mangoli. Dua tahun kemudian jalan di dua pulau ini tidak selesai,” sesalnya.
Sekarang ini, dia menambahkan, sudah mau masuk tahun kelima HT menjabat sebagai Bupati. Memang di Sulabesi ini jalan sudah keliling, tetapi masih ada berapa kecamatan yang belum diaspal. Kalau di Pulau Mangoli jalan belum keliling.
“Kalau memaksa tetap dukung HT pada Pilkada kali ini, kemudian melakukan kampanye dengan menyampaikan hal yang sama, maka hal ini akan menjadi tertawaan atau momok bagi masyarakat Kepsul. Ini yang menjadi acuan bagi saya untuk tidak mendukung HT. Teman-teman pengurus yang mau mendukung HT, itu dipersilahkan. Tapi saya secara pribadi tidak akan mendukung HT sebagai incumbent,” tegas Burhanudin.
Burhanudin mengaku sudah siap apabila ada sanksi dari partai. “Jika ada putusan dari DPP PKB bahwa saya akan diberhentikan dari ketua partai, saya akan terima itu. Tidak masalah,” ujarnya.(nai)

