WEDA – Di sela-sela melakukan kunjungan kerja mendampingi Pj Bupati Halteng, Ketua TP PKK Rallia Ikram Sangaji meminta kepada seluruh TP PKK di desa agar kreatif dalam memanfaatkan lahan pekarangan.
Ketua TP PKK, Rallia Ikram M. Sangadji mengaku pertama kali menginjakkan kaki di Gebe. “Takdir membawa saya sampai disini. Waktu kecil sudah dengar pulau Gebe yang terkenal dengan tambangnya dan Alhamdulillah saya sampai juga disini,” ucap Rallia.
Istri orang nomor satu di Halteng itu berkesempatan melakukan berkunjung ke desa Umiyal (Pulau Yoi), Umera dan Sanafi dan Kapaleo.
Dalam kesempatan itu Rallia menyampaikan ada 10 program PKK yang mana pemanfaatan di dalamnya terutama membangun kesejahteraan keluarga. “Karena PKK itu mitranya pemerintah baik di Kabupaten, Kecamatan dan Desa,” ucapnya.
la mengatakan, pemanfaatan lahan pekarangan bisa menjadi langkah mudah bercocok tanam dari masyarakat untuk belajar mandiri serta mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan keluarga.
Nantinya, masyarakat dapat merasakan positifnya sekaligus menghemat pengeluaran rumah tangga karena kebutuhan pangan dapat dipenuhi sendiri dengan pemanfaatan lahan pekarangan.
“Kader PKK melalui Dasawisma kita harapkan lebih kreatif dan menjadi pelopor ketahanan pangan keluarga. Misalnya pemanfaatan pekarangan merupakan langkah yang tepat dalam menopang ketahanan pangan keluarga,” terangnya.
Selain itu juga program yang dijalankan oleh PKK ada persoalan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. “Apalagi soal stunting, mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi stunting, sebagaimana program pemerintah lewat bantuan insentif ibu hamil dan menyusui,” terangnya.
Seperti di Desa Sanafi Mamin, yang angka kelahirannya rendah adalah bagian dari kesadaran masyarakat yang telah menjaga jarang kehamilan. “Data kehamilan di desa Sanafi saat ini hanya 4 itu sungguh luar biasa, berarti jarak kehamilan bisa dijaga,” akunya.
Untuk itu dirinya meminta kepada Ketua TP PKK Desa agar terus menerus bekerja sama untuk membangun PKK demi kesejahteraan PKK dan masyarakat.
Seperti menjalankan program kebun percobaan PKK, produk PKK, kerajinan tangan dan kreatifitas lainnya. “Manfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk menanam sayur. Anak-anak juga jangan terlalu diberi makanan instan seperti mie dan makanan cemilan lain,” ujarnya.“Kita harus utamakan makanan lokal, misalnya ikan dan sebagainya karena itu jauh lebih sehat,” titip Rallia. (udy)

