DARUBA – Camat Morotai Utara (Morut), Marwan Sidasi, mengapresiasi program Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos karena banyak memberikan perubahan di Kecamatan Morut.
Mantan Kadis Pariwisata Pulau Morotai itu juga mengklaim semua kebutuhan masyarakat di 14 desa yang dipimpinnya itu, sebagian besar sudah di penuhi Bupati Benny Laos.
“Selama 1 tahun satu bulan kepemimpinan saya di Morut, sudah banyak perubahan di Morut yang tidak terlepas dari kebijakan luar biasa Bupati. Mulai dari air bersih, jaringan Internet, jalan tani, listrik maupun normalisasi sungai, sebagian sudah tuntas, sebagian sudah 80 persen,” ungkap Marwan kepada Fajar Malut, Kamis (05/11/2020).
Jaringan Internet misalnya, lanjut Marwan, dari 14 desa yang tersisa tinggal desa Korago dan desa Yao yang belum masuk sehingga masih butuh perhatian.
“Untuk air bersih selesai untuk semua desa di Morut. Saat ini pekerjaan program Pangsimas yaitu di desa Gurua Utara dan Tawakali, akhir tahun ini sudah selesai,” katanya. Begitu juga dengan program jalan tani, kata Marwan, sebagian sudah selesai, sebagiannya masih dalam proses pekerjaan. Tersisa lima desa yang nanti disusulkan tahun 2021.
“Desa Berebere, Maba, Kenari, Gua Hira, sudah selesai. Desa Sakita, Leoleo dan Tawakali masih dalam pekerjaan. Sisahnya Desa Gurua, Korago, Lusuo, Bido dan Yao, kita upayak tahun depan,” ujar Marwan.
Terkait banjir, menurut Marwan, dalam dua kali musim hujan, sudah tidak ada lagi banjir di Morut. Hal ini adanya program normalisasi sungai sejak 2019. “Normalisasi sungai di Lusuo sudah selesai. Sakita sudah dibangun saluran air. Loleo normalisasi juga sudah selesai. Alhamdulillah dua kali musim hujan kemarin tidak lagi banjir,” akuinya.
Marwan bilang untuk listrik di Morut juga sudah tuntas. Dari 14 desa tidak ada lagi yang menggunakan genset, semua sudah menggunakan PLN.
“Termasuk lampu jalan di 14 sudah selesai. Jadi program Bupati Morotai terang di Morut sudah 100 persen terpenuhi,” klaim Marwan. Di tahun 2021 nanti, tambah dia, Pemda dan Pemerintah Kecamatan Morut akan lebih fokus untuk pengembangan Pariwisata pulau tabailange dan Tanjung Gorango. “Jadi selain Pulau Tabailenge yang ditambah fasilitasnya, juga akan dibangun jembatan terminal tunggu menuju Pulau Tabailenge di Desa Tanjung Saleh. Termasuk salah satu taman di Desa Gorua yang akan dikembangkan sebagai destinasi wisata,” ujar mantan Kepala BKD Morotai itu.
“Terus abrasi di area pemakaman Desa Maba juga sudah ada titik terang akan dibangun di tahun 2021,” tambahnya. Selain itu, ada juga program dari pemerintah provinsi yang masuk di Morotai Utara tahun 2021 yaitu pembangunan tempat sampah umum untuk 14 desa di Morut.
“Lokasinya di desa Berebere. Kemarin Tim dari provinsi sudah turun survei. Jadi sampai di 14 desa itu semua akan dibuang disitu,” terang Marwan. Bagi Marwan, program Bupati Benny Loasi patut dipasresiasi, dan perlu untuk disampaikan ke publik sehingga masyarakat bisa tahu apa yang sudah dilakukan Bupati Benny Loas di empat tahun kepemimpinannya.
“Karena opini diluar Bupati tidak perhatian dengan kebutuhan masyarakat di desa. Itu tidak benar, justru beliau sangat peduli dengan rakyatnya, terbukti semua kebutuhan dasar masyarakat mampu dipenuhi. Buktinya sekarang dirasakan masyarakat Morut,” tuntasnya. (fay)

