TERNATE – Komunitas Lintas Taxi Online (KLAXON) Maluku Utara melakukan audiensi dengan Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, Jumat (10/4/2026). Pertemuan di ruang kerja wali kota itu membahas penataan transportasi berbasis aplikasi, khususnya pengaturan tarif agar berimbang dengan angkutan kota (angkot).
Ketua KLAXON Maluku Utara, Mahmud Madilis, mengatakan, pengaturan tarif diperlukan seiring meningkatnya penggunaan ojek dan taksi online di Kota Ternate. Layanan berbasis aplikasi, kata dia, kini menjadi alternatif mobilitas masyarakat, terutama di kawasan pusat kota, jalur bandara, hingga destinasi wisata.
Namun di sisi lain, angkot masih menjadi moda utama yang digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari.
“Keseimbangan tarif penting agar tidak terjadi persaingan tidak sehat. Kami berharap tarif transportasi online tidak lebih rendah dari angkot sehingga sopir angkot juga tetap bisa bertahan,” kata Mahmud.
Selain membahas penyesuaian tarif, KLAXON juga menyampaikan rencana pelantikan pengurus sebagai bagian dari konsolidasi organisasi. Penguatan kelembagaan dinilai penting untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penataan transportasi berbasis aplikasi yang lebih tertib.
Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman menyambut baik masukan tersebut. Ia mengatakan, pemerintah kota berkepentingan menjaga keseimbangan antara transportasi konvensional dan layanan berbasis aplikasi. Menurut dia, transportasi online harus menjadi pelengkap sistem mobilitas masyarakat, bukan menggantikan angkot.
“Transportasi online berkembang karena kebutuhan masyarakat, tetapi angkot juga harus tetap dilindungi. Kita ingin semuanya berjalan seimbang,” ujar Tauhid.
Tauhid juga menyampaikan pemerintah kota membuka ruang sinergi dengan komunitas transportasi online dalam mendukung berbagai kegiatan pemerintahan, termasuk event daerah dan layanan transportasi bagi wisatawan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan pelayanan mobilitas masyarakat.
Dalam pertemuan itu, KLAXON menyatakan kesiapan bersinergi dengan Pemerintah Kota Ternate, khususnya dalam mendukung mobilitas kegiatan pemerintah, agenda daerah, serta pelayanan transportasi yang lebih fleksibel.
Mahmud berharap, audiensi tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku transportasi online. Ia menilai penataan tarif, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi program dapat mendorong terciptanya sistem transportasi yang lebih tertib dan berkeadilan di Kota Ternate. (red)

