Tarif KM Dodola Express direncanakan berkisar Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per penumpang. Meski begitu, tarif masih berpotensi diturunkan apabila hasil perhitungan biaya operasional memungkinkan.
KM Dodola Express memiliki kapasitas sekitar 50 penumpang dengan dukungan mesin berkekuatan 500 PK.
Kapal cepat tersebut diperkirakan mampu menempuh perjalanan Morotai–Tobelo dalam waktu kurang dari satu jam pada kecepatan normal. Sementara pada kecepatan tinggi, waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar 30 menit.
Rusli menegaskan, pengoperasian KM Dodola Express harus dilihat sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan kepastian konektivitas kepada masyarakat serta pelaku usaha yang ingin datang dan beraktivitas di Morotai.
Kalau akses transportasi tersedia setiap saat dan jadwalnya pasti, masyarakat maupun pelaku usaha tentu tidak ragu lagi datang ke Morotai,” tukas Rusli.
Pemkab Morotai menargetkan KM Dodola Express mulai beroperasi pada akhir Mei 2026 jika proses perizinan sudah rampung.
Namun, Bupati Rusli meminta percepatan agar kapal sudah dapat dioperasikan pada awal Juni 2026.
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai berharap pembukaan jalur udara dan laut tersebut dapat memperkuat konektivitas antar wilayah, mempercepat perputaran ekonomi masyarakat, serta mendorong Morotai menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan utara Maluku Utara. (fay)
