Komisi II DPRD Tidore Minta Pertamina Beri Efek Jera Pangkalan Mitan Nakal

Pria yang akrab disapa On itu, mengaku, BBM jenis minyak tanah bersubsidi, pada prinsipnya tidak melayani soal angkutan khusus seperti speedboat, tetapi fakta yang ada di lapangan, terdapat beberapa catatan penting apabila ada rumah tangga yang tidak mengambil jatah minyak tanahnya itu diambil oleh kalangan speed boat.

Menurutnya, pasokan minyak tanah yang didistribusikan oleh Pertamina ke Kota Tidore itu sudah sesuai dengan kebutuhan rumah tangga berdasarkan jumlah Kepala Keluarga (KK).

Olehnya itu, penyebab kelangkaan BBM ini bukan karena kekurangan jatah per masing-masing KK yang diturunkan, tetapi nakalnya pangkalan-pangkalan dengan sengaja membatasi jumlah kuota yang diberikan pertamina ke masing-masing KK.

“Jumlah kuota BBM jika dibagi rata dengan jumlah KK, bisa di dapat sebanyak 20 Liter, tetapi ada praktek nakal yang dilakukan oleh pangkalan, sehingga warga dapat hanya 15 liter, selain itu, pasokan minyak tanah turun hari ini, besoknya sudah habis. Padahal ada warga yang belum ambil tetapi jatahnya sudah habis, hal ini bukan karena persoalan tidak cukup tetapi sengaja dijual keluar dengan harga yang begitu tinggi oleh para pangkalan diluar dari subsidi,” pungkasnya. 

Pewarta   : Suratmin Idris   Editor   : Erwin Egga