“Kerjasama tersebut tentunya harus memberi dampak yang baik untuk kedua pihak dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan, semoga dengan kunjungan pada hari ini, dan kunjungan selanjutnya dapat memperkuat hubungan antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan,” Imbuh Syofyan.
Sementara, Konsulat Jenderal Australia di Makassar Ms. Bronwyn Robbins dalam sambutannya mengucapkan terima kasih, serta ungkapan rasa senang atas kunjungan kerjanya di Maluku Utara dan Kota Tidore Kepulauan pada khususnya.
“Terima Kasih banyak atas sambutan yang sangat hangat ini, saya sangat senang berada disini, Tidore sangat indah, ini memang kunjungan resmi saya yang pertama ke Maluku Utara dan Tidore. saya senang sekali ada kesempatan datang ke sini,” ucap Ms. Bronwyn.
Bronwyn menambahkan, Indonesia adalah salah satu tetangga terdekat Australia, dan hubungan antara Indonesia dan Australia adalah salah satu yang paling penting bagi Australia. Itulah sebabnya, Perdana Menteri Australia yang baru Menteri Anthony Albenese datang ke Jakarta dan Makassar setelah beliau dilantik, karena beliau mau memperdalam hubungan antara Indonesia dan Australia.
“Prioritas saya sebagai Konsulat General Australia di Makassar adalah memperdalam hubungan Australia dan Indonesia bagian Timur, karena atas nama Pemerintah Australia saya bertanggung jawab atas 11 Provinsi di Indonesia Bagian Timur, termasuk Maluku Utara. Jadi ini merupakan suatu kehormatan bagi saya mengunjungi Maluku Utara, jadi setelah ini kami akan berdiskusi tentang beberapa isu-isu, seperti isu sosial, pembangunan, politik dan lain-lain, sekali lagi terima kasih banyak,” Kata Bronwyn.
Dalam diskusi tersebut, Ms. Bronwyn mengatakan, ada berbagai program bantuan pembangunan Australia untuk Indonesia, karena Indonesia adalah tetangga yang paling dekat dengan Indonesia, program itu berfokus pada pemulihan ekonomi, stabilitas dan keamanan kesehatan.
“Itu prioritas kami yang telah disetujui oleh Pemerintah Australia dan Bappenas atas nama Pemerintah Indonesia, disini di Maluku Utara, kami ada program namanya inklusi, itu merupakan program andalan baru Australia untuk kesetaraan gender, karena kesetaraan gender itu isu-isu yang paling penting bagi Pemerintah Australia, juga orang dengan penyandang disabilitas dan inklusi sosial di Indonesia,” jelas Bronwyn.
Dan itu dilaksanakan bersama beberapa mitra, seperti organisasi masyarakat sipil, Pemerintah Pusat maupun Daerah. Itu sudah ada di Ternate, mitra inklusi dengan salah satu organisasi masyarakat sipil, berfokus pada penguatan mata pencaharian perempuan, khususnya perempuan sebagai kepala rumah tangga, marginal atau kelompok rentan, lanjut Bronwyn menjelaskan.
Selain itu, ada juga program lain yang didukung oleh Pemerintah Australia seperti Pamsimas, yaitu upaya pemerintah dalam menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia, juga ada program nasional yang lain seperti TNP2K untuk mendukung Pemerintah Indonesia meningkatkan cakupan dan kualitas sistem perlindungan sosial nasional.
Ada juga beasiswa Australia atau Australia Award yang sudah berjalan 70 Tahun di Indonesia, dan di Maluku Utara sudah ada 81 siswa yang belajar di Australia, serta ada juga kursus singkat pariwisata di Australia untuk dapa. (hms)
