Kota Ternate Masuk Daerah Berinovasi Saat Pandemi

Wali Kota saat mengikuti pengumunan hasil inovasi

TERNATE – Penerapan relaksasi yang dilakukan Pemkot Ternate di masa pandemi ini, sangat memberikan dampak untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi dan jasa pariwisata.

Bahkan relaksasi atau new normal yang dilaksanakan Pemkot Ternate bersama gugus tugas itu, dinilai sebagai sebuah inovasi dari daerah dan mampu bersaing dengan daerah lain di pulau Jawa. Karena inovasi yang dilakukan dinilai cukup berhasil dan Kota Ternate dari 514 kabupetan/kota itu berada diurutan ke 17.

Hal ini setelah lomba inovasi daerah bertajuk “Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19” yang digelar Kemendagri sudah sampai tahap penilaian, dengan tim  penilai terdiri dari sejumlah pejabat terkait di lembaga kementerian, untuk tujuh sector dimana tiap  sector terpilih juara 1 sampai 3 pada yang terbagi dalam empat klaster yakni klaster provinsi, kabupaten, kota, dan daerah tertinggal, dan diumumkan pada Senin kemarin yang dibuka oleh Wapres RI.

Wali Kota Ternate mengatakan, Kota Ternate pada kegiatan lomba inovasi daerah tatanan normal  baru berada di urutan ke 17, dengan skor 805. Dan Pemkot Ternate berada di urutan 17 dari 521 kabupaten/kota.” Inovasi ini untuk memotivasi daerah menerapkan protokol kesehatan di kebiasaan baru ini di tujuh sector,” katanya, Senin (22/6) usai mengikuti penganugerahan yang dilakukan secara virtual.

Tujuh sektor yang dilombakan itu Kata Wali Kota, diantaranya pasar tradisional, pasar modern/mal atau minimarket dan supermarket, hotel, restoran, tempat pariwisata, transportasi umum, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).” Daerah yang sudah kita lihat hasilnya itu adalah merupakan hasil penilaian dari tim dari pusat,” ungkap dia.

Menurut Wali Kota, yang paling penting yakni protokol kesehatan ini diseriusi, dimana inovasi yang sudah dilaksanakan saat ini juga dapat dipertahankan dan bisa menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menilai, peningkatan kasus yang ada saat ini di Kota Ternate kembali pada kesadaran masyarakat, sehingga pihaknya dalam waktu ke waktu terus menghimbau dan sosialisasi.

“Tapi efektif tidaknya tergantung dari kesadaran masyarakat, kita mengapresiasi juga bahwa gugus tugas sudah cukup bekerja maksimal dengan melakukan tracking kontak kepada orang yang sudah tertular, selain itu juga karena kesadaran sendiri dari warga,” jelasnya.

Sementara itu Plt. Kepala Badan Litbang Kemendagri Agus Fatoni, selaku Ketua Panitia yang dikutip dari website kemendagri.go.id menyampaikan, penganugerahan pemenang lomba inovasi daerah dilaksanakan pada hari Senin, 22 Juni 2020 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri. Gubernur, Bupati/Walikota pemenang pertama pada masing-masing sektor diundang pada acara tersebut.

Kegiatan ini dapat diikuti secara virtual melalui zoom meeting dan youtube Kemendagri. Selain mendapat piagam penghargaan, setiap pemenang juga mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dengan jumlah total Rp164 Milyar rupiah pada 7 sektor, yaitu pasar tradisonal, pasar modern, hotel, rumah makan, PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) tempat wisata, transportasi umum. Pemenang pertama mendapatkan Rp3 Milyar, pemenang kedua Rp2 Milyar dan pemenang ketiga mendapatkan Rp1 M pada setiap sektor dan masing-masing klaster.(cim)