Krisis Air, Warga Palang Mobil Tangki

Warga menghalangi mobil PDAM yang membawa air bersih

TERNATE – Masalah air bersih di Kota Ternate sudah masuk dalam tahap kritis, dimana sampai kini sejumlah kelurahan di Kota Ternate belum mendapat pelayanan air bersih yang maksimal, bahkan air tidak mengalir.

Tapi Pemkot Ternate dan PDAM belum juga dapat menyelesaikan masalah tersebut, bahkan distribusi air dengan mobil tangki dari PDAM Ternate juga tak berjalan maksimal dan terkesan pilih kasih, dimana hanya pejabat saja yang terlayani sementara warga tidak kebagian.

Hal ini membuat sejumlah warga di Kelurahan Tanah Tinggi Barat tepatnya RT 08 melakukan pemalangan mobil milik PDAM yang melalui lingkungannya. Itu terjadi pada Minggu (14/11/21), dimana sebagian ibu-ibu memalang satu unit mobil PDAM yang mengangkut air ke rumah milik pejabat.

“Ini kami lakukan karena mobil tangki itu tidak melayani kami, sementara sudah berulang-ulang kami sampaikan keluhan ini ke PDAM agar tolong bantu kami,” tegas Nur salah satu warga. Menurut dia, pemalangan mobil itu dilakukan karena mereka kesal dengan pelayanan air bersih. “Masa dia cuma layani pejabat, sedangkan torang masyarakat tarada. Ini kan tara adil,” kesalnya. Dia sendiri meminta Dirut PDAM dan Wali Kota agar segera mengambil langkah cepat mengatasi masalah air ini.

“Jangan cuma duduk diam, karena torang butuh air bersih, kasihan saya mo manangis tadi sampe seragam sekolah anak saja tara bisa cuci karena air tra bajalang-bajalang,” sebutnya. Sementara itu Plt. Dirut PDAM Thamrin Alwy dan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman sampai berita ini dipublish belum dapat di konfirmasi.

Krisis Air Bersih, DPRD Salahkan Timsel

Sementara itu Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Ternate, Heny Sutan Muda menilai, kelangkaan air bersih di Kota Ternate disebabkan Pemerintah lambat dalam mengisi jabatan direktur dan pengawas di Perumda Ake Gaale.

Menurut dia, penyebab utama krisis air bersih di Kota Ternate adalah imbas dari tidak fokusnya, Thamrin Alwi menjalankan tugasnya sebagai pelaksana tugas Direksi Perumda Ake gaale.

“Pemerintah harus cepat mengisi kekosongan jabatan di Perumda Ake Gaale. Pak Tamrin Alwi tidak fokus, karena beliau kurang serius akhirnya berdampak pada masalah krisis air bersih,” ucapnya.

Heny menyarankan Pemerintah melalui Tim Seleksi (Timsel), agar lebih cepat mencari sosok yang tepat dan bertanggung jawab untuk mengisi kursi direksi dan pengawas, sehingga bisa menjawab permasalahan krisis air bersih. 

“DPRD menilai timsel kerja kurang maksimal sehingga mencari direksi dan pengawas terlalu berbelit-belit. Padahal tahapan seleksi ini sangat tidak butuh waktu yang terlalu lama, hanya mencari satu orang yang menduduki jabatan direktur dan beberapa orang calon pengawas sangat mudah,” katanya. (cim/nas)