Kuatkan Sektor Strategis Melalui  Bidang Pertanian dan Perikanan Halmahera Tengah

WEDA – Mewujudkan misi ketiga RPJMD yakni mengembangkan potensi Sumber Daya Alam dan Menciptakan Iklim Investasi, seluruh program dan kebijakan strategis daerah diarahkan pada penguatan sektor ekonomi strategis. Adalah sektor pertanian, sektor perikanan, ketahanan pangan, perindustrian, perdagangan dan UMKM menjadi sumberdaya atau potensi unggulan yang dikelola selama kurun waktu kepemimpinan Elang-Rahim.

Untuk sektor Pertanian dengan sejumlah program unggulan diantaranya optimalisasi lahan di tiga kawasan sentra produksi dengan prioritas pada tanaman padi dan hortikultura.

Dalam rangka mendukung program tersebut, telah dialokasikan anggaran Rp 33.498.130.826 untuk penyediaan infrastruktur pendukung pertanian.

Dalam rangka penguatan ekonomi penanggulangan dampak Covid-19, pemerintah daerah telah menetapkan program optimasi lahan di kawasan sentra produksi Wairoro seluas 217,75 Ha dengan total produksi/panen Padi sebanyak 590,9 ton dalam sekali panen.

“Atas komunikasi intensif yang kami lakukan dengan Kementerian Pertanian, Sentra Produksi Pertanian Transmigrasi Waleh, telah memperoleh bantuan optimalisasi lahan seluas 16,5 ha dengan total produksi panen 52,5 ton. Sejak tahun 2018 sampai 2022, pemanfaatan KUR untuk bidang pertanian sebanyak 121 petani,” jelas Bupati Halteng Edi Langkara.

Seluruh program optimasi lahan ini diharapkan terus berkelanjutan sehingga produksi pertanian daerah ini benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat daerah ini.

“Insya Allah pada bulan Desember nanti kami akan kembali melakukan panen padi di kawasan sentra produksi Wairoro dan Waleh seluas 53,5 hektar,” tuturnya.

Untuk bidang perkebunan, pemerintah pusat telah menetapkan Pala Patani sebagai varietas nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 47/KPTS/KB/010/3/2020 tanggal 31 Maret 2020 dan dengan kemudahan transportasi tol laut, produksi perkebunan masyarakat Halmahera Tengah dapat dipasarkan dengan mudah.

“Di bidang ketahanan pangan pemerintahan Elang-Rahim telah merumuskan program pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman sayuran dan hortikultura dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp6.835.892.000,” pungkasnya.

Sementara itu, pembangunan Sektor Perikanan dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022, pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp32.835.691.200.

“Untuk peningkatan produksi perikanan pemerintah daerah telah menetapkan program penguatan ekonomi perikanan dengan memberikan bantuan armada tangkap sebanyak 464 unit dan 1000 kartu nelayan untuk memudahkan kontrol pelayanan kepada nelayan di Halteng,” ujarnya.

Sementara untuk sektor industri dan perdagangan, kebijakan Pemerintahan Elang-Rahim diarahkan pada penyediaan infrastruktur pasar rakyat di seluruh kecamatan dengan nilai investasi sebesar Rp 77.041.693.333.

“Untuk penguatan UMKM diarahkan pada bantuan penguatan ekonomi untuk industri kecil dan menengah dengan total nilai investasi sebesar Rp 6.037.800.000,” urainya.

Pemda juga memudahkan pelaku UMKM dengan memberikan kemudahan bantuan Kredit Usaha Rakyat bagi menyertakan dana talangan bunga bagi para kreditur di BRI Unit Weda sebesar Rp50.000.000.000.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha kecil dan menengah maupun industri rumahan yang tersebar di seluruh wilayah Halteng,” akunya.

“Dalam mendukung investasi di daerah ini, Pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang berinvestasi di daerah ini,” tutup Edi. (udy)