SOFIFI – Maluku Utara (Malut) mendapatkan kuota tambahan sebanyak 95 orang namun baru 61 orang yang melunasi biaya haji atau siap berangkat haji digelombang kedua.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Malut Amar Manaf saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/05/23).
Meskipun sudah mendapatkan kuota tambahan JCH tahun 2023, namun penetapan keberangkatan masih menunggu surat keputusan (SK) Gubernur Malut terkait dengan pembagian kuota penambahan kuota di setiap kabupaten/kota di Malut.
“Dari 95 kuota penambahan ini nanti dibagikan ke 10 kabupaten/kota di Malut yang diputuskan dalam SK Gubernur Malut, jika SK susah ada secepatnya dilakukan persiapan keberangkatan JCH tambahan,” ujarnya.
Meskipun belum ada SK penetapan, dari kuota tambahan 95 orang yang telah melunasi atau siap berangkat sebanyak 61 orang.
“JCH yang masuk dalam kuota tambahan ini jamaah cadangan yang telah melunasi 61 orang saya laporkan tadi sudah pasti berangkat,” ucapnya.
Untuk kekurangan ini, akan dilihat pada nomor porsi berikut setelah cadangan ini. “kalau yang berikut belum siap atau belum lunasi maka kita turunkan lagi di daftar antrian berikutnya lagi, jadi diatas tidak bisa kita cari yang dibagian bawah yang siap,” katanya.
Amar mengaku untuk keberangkatan JCH tambahan ini, setelah seluruh JCH embarkasi Makassar selesai berangkat.
“keberangkatan JCH tambahan ini tidak bisa kita gabungkan dengan kloter Maluku Utara, mereka bergabung dengan kloter yang lain,” pintanya.
Ia menambahkan, kuota tambahan ini diupayakan agar semua terisi, agar memperpendek daftar antrian calon jamaah haji di Maluku Utara karena daftar haji hari ini, 20 tahun kemudian baru berangkat.
“Rugi kalau ada kuota yang kosong, karena daftar antrian saat ini cukup banyak di Kota Ternate saja kalau daftar haji hari ini, 20 kemudian baru berangkat haji, maka dari itu kuota tambahan diupayakan agar terisi penuh,” harapnya.
Pewarta : Hairil Yusup
Editor : Erwin Egga

