Labfor Belum Rilis Hasil Bukti Video Pengeroyokan di Halbar

Menurut saksi di lokasi, mantan Kadis Perindagkop itu tidak hanya melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Hardi, tetapi juga didukung oleh seorang stafnya yang menghalangi korban untuk melarikan diri. Alih-alih melerai, staf tersebut justru terkesan membiarkan aksi kekerasan terus berlangsung.

“Mantan Kadis langsung menyerang korban tanpa banyak bicara. Ini bukan sekadar perdebatan biasa, tapi benar-benar aksi main hakim sendiri di lingkungan pemerintahan,” ungkap salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Setelah kejadian, rekaman video pengeroyokan yang beredar luas di media sosial menjadi bukti kuat dugaan tindak kekerasan ini. Namun, kepolisian menegaskan bahwa uji Labfor tetap diperlukan untuk memastikan keabsahan bukti tersebut.

Bakry menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Labfor untuk memastikan hasil uji dapat segera diterima. “Minggu lalu saya sudah menghubungi pihak Labfor melalui pesan singkat. Kami terus menunggu,” ujarnya.

Kasus ini kini telah memasuki Tahap I di Kejaksaan Negeri Halbar,  karena berkas perkara telah dilimpahkan oleh kenyidik kepolisian untuk proses lebih lanjut. Kini, Demisius dan stafnya ditahan dan akan segera menjalani persidangan guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.