TIDORE – Warga Masyakarat Tahua Kelurahan Rum Balibunga Kecamatan Tidore utara, belakangan ini sangat merasa kesulitan terkait dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) bagi warga yang telah meninggal dunia.
Bagaimana tidak, TPU yang tersedia saat ini di kampung tahua sudah mulai tidak layak untuk digunakan, pasalnya ketika dilakukan penggalian kuburan dengan kedalaman 80 cm, maka akan keluar air yang merendam liang lahat tersebut. Hal itu dikarenakan TPU yang tersedia saat ini berdekatan dengan air laut atau bibir pantai.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu untuk melakukan pembebasan lahan guna dimaanfatkan oleh masyarakat sebagai lokasi kuburan, dan jika pemerintaah berkeenaan untuk membantu maka lahannya bisa kami siapkan untuk dilakukan pembebasan,” ungkap Muhlis Idris Sekertaris Kelompok Garo Sone Tahua ini kepada Fajar Malut melalui telephone, Rabu, (10/6/20).
Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa ulis itu menambahkan bahwa terkait dengan persoalan tersebut, pihaknya telah menyampaikan ke pihak kelurahan Rum Balibunga, hanya saja hingga saat ini belum diketahui perkembangannya seperti apa. “besar harapan kami agar persoalan ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah kota tidore kepulauan,” tambahnya. (ute)

