TERNATE – Kasus meninggalnya seorang pemuda Kelurahan Mangga Dua, Ternate Selatan, beberapa hari kemarin mulai mendapat titik kejelasan.
Ini karena korban berinsial MRT alias Rivaldi diduga kuat di aniaya sejumlah pelaku hingga berujung meninggal dunia. Sebelumnya pada Sabtu (11/12/21), pihak kelurga korban mendatangi Mapolres Ternate untuk mendesak mengusut tuntas kematian MRT tersebut.
Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada melalui Kasihumas Ipda Wahyudin menyatakan, kasus dugaan pengeroyokan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal korban MRT langsung dilakukan perburuan para pelaku.
Berselang beberapa hari atas pengembangan kasus yang berawal ditemukan korban di lapangan Gelora Kieraha Ternate mendapat kejelasan. Sebab sejauh ini pihak penyidik memeriksa 5 orang saksi serta berhasil mengamankan 5 orang terduga pelaku. “Tapi penyidik masih terus lakukan pengembangan terkait kasus itu,” katanya kepada media ini, Minggu (12/12).
Ipda Wahyudin menjelaskan adapun diduga pelaku yang berhasil diamankan dua orang awalnya diamankan terlebih dahulu, langsung digiring ke rutan Polres Ternate. Selajutnya dua orang berhasil diamakan oleh Mapolsek Bacan Timur, di Kabupaten Halsel dan satu orang lagi yang baru diamankan di kecamatan Ibu Kabupaten Halbar.
Setelah para terduga pelaku tiba di Polres Ternate akan segera di periksa sejauh mana keterlibatan mereka. “Setelah penyidik berhasil mengamankan para terduga pelaku itu selajutnya akan dilaksanakan konferensi pers kepada rekan-rekan media” ujarnya. Ipda Wahyudin menambahkan, bahwa Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada berharap serta meminta kepada pihak keluarga korban dan masyarakat agar mempercayakan kepada pihak Kepolisian.
Jangan mengambil tindakan main hakim sendiri dan jangan percaya isu yang beredar di medsos terkait pelaku maupun asal pelaku. “Percayakan kasus ini kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Ternate” tandasnya.
Sebelumya puluhan warga Kelurahan Mangga Dua bersama keluarga korban mendatangi Polres Ternate guna memastikan keseriusan penegak hukum dalam mengusut tuntas dugaan kasus pengeroyokan dan pembunuhan berencana tersebut. Digelar pertemuan bersama dengan Waka Polres Ternate yang belangsung diruang rapat. Dalam pertemuan ini perwakilan keluarga korban Sarman Saroden meminta Polres Ternate bergerak cepat mengungkap kasus tersebut lantaran persoalan nyawa seseorang.
Sarman juga menyatakan kasus ini bukan lagi kasus pengeroyokan, tetapi kasus dugaan pembunuhan berencana. Waka Polres Ternate Kompol AS Ibnu Hadjar mengaku pihaknya akan berupaya keras untuk bagaimana mengungkap kasus ini, dan sudah dikoordinasikan dengan Kasat Reskrim dan Intelkam Polda Malut.
Karena kasus pengeroyokan ini sudah membuat korban meninggal dunia. “Kasus ini akan diseriusi untuk ditangani namun perlu dihimbau kepada masyarakat tidak perlu mendengar isu hoax seperti jaga orang Bacan dan lain-lain yang menyebar di media sosial” kata Wakapolres Ternate.
Sementara Lurah Mangga Dua Junaidi yang ikut dalam pertemuan itu juga menyampaikan, pihaknya bersama masyarakat dan keluarga korban akan bersama-sama mengawal kasus tersebut. “Kami sudah mendengar apa yang disampaikan Waka Polres, jadi mari kita bersama-sama anggota kepolisian untuk mengawal kasus ini agar cepat selesai,” pungkas Lurah. (dex)

