Fatur mengatakan, heli sebelumnya dikatakan mengalami los kontak itu ditemukan dalam kondisi rusak dan tiga korban ditemukan dalam keadaan meninggal. “Saat ini proses evakuasi masih sedang dilakukan, dari lokasi kejadian menuju bandara Cekel, Lelilef. Selanjutnya tim menunggu ketiga korban untuk dibawa ke RS terdekat,” sebutnya.
Fatur mengaku jarak menuju ke lokasi jatuhnya helicopter sejauh 5 kilo dan tim evakuasi harus menggunakan alat berat menuju lokasi tersebut.
“Jadi korban itu pilot, kopilot dan 1 penumpang. Saat itu cuaca mendukung, namun tiba-tiba saat sore hari cuaca berubah angin kencang dan hujan disertai petir. Jadi kondisi helicopter terlihat ada serpihan dan itu diakibatkan benturan, bukan ledakan,” ujarnya.
Tiga korban tewas jatuhnya helikopter sewaan PT Weda Bay Nickel (WBN) di hutan Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, telah dievakuasi tim SAR gabungan. Tiga korban langsung dibawa ke RSUD Weda untuk diidentifikasi.
“Para korban kemudian dibawa menuju RSUD Weda untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI Polda Maluku Utara,” ujar Kepala Basarnas Kota Ternate Fathur Rahman, Rabu (21/2/2024).
