Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah masyarakat Buli, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal serta memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Teluk Buli kepada khalayak yang lebih luas.
”Festival Budaya Buli Asal bukan hanya menjadi ruang perayaan identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan tradisi, serta memperkenalkan potensi maritim dan wisata bahari yang dimiliki Teluk Buli kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Subarwan.
Melalui Lomba Memancing Tradisional dan berbagai kegiatan budaya lainnya, Festival Buli Asal ke-140 kembali menegaskan bahwa budaya, laut, dan kebersamaan merupakan tiga unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir Teluk Buli.
“Festival ini sekaligus menjadi panggung untuk memperlihatkan kekayaan tradisi serta potensi maritim yang menjadi kebanggaan masyarakat Halmahera Timur,” pungkasnya.(red)
