TERNATE – Setelah pencabutan nomor urut calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate, empat pasangan calon kemudian menyampaikan filosofi terkait dengan nomor urut mereka masing-masing dengan gaya yang berbeda.
Dalam pencabutan nomor urut itu, pasangan Merlisa-Juhdi Taslim mendapat nomor urut 1, pasangan M. Tauhid Soleman-Jasri Usman nomor urut 2, pasangan M. Hasan Bay-M. Asghar Saleh nomor urut 3, dan pasangan M. Yamin Tawary-Abdullah Tahir nomor urut 4.
Calon Walikota Ternate Merlisa mengatakan, sangat bersyukur dengan nomor urut satu, karena hal ini membuktikan kalau dialah satu-satunya perempuan yang diberikan kesempatan untuk maju di pilwako Kota Ternate. “ Satu-satunya keterwakilan perempuan, dan srikandi yang akan membawa amanah masyarakat Kota Ternate,” katanya.
Dia memberikan, apresiasi terhadap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara, TNI/Polri yang telah menjaga keamanan , kemudian tim koalisi. “Kami berkomitmen untuk Pilkada yang damai, sukses dan aman. Dan memberikan ide dan gagasan untuk mewujudkan Ternate yang sehat, bersih dan mandiri, berbudaya untuk tujuan yang satu Ternate Maju,” tandasnya.
Sementara calon Walikota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, saat pencabutan nomor urut dia dan pasangannya mendapat nomor urut dua yang berarti victory, vini, vidi, vici yang berarti datang dan menang. “ Tentunya komitmen ini akan diwujudkan pada kegiatan kampanye, dan kami punya tujuan adalah mewujudkan Ternate yang mandiri dan berkeadilan,” kata dia. Sembari menyampaikan apresiasi kepada TNI/Polri yang mewujudkan kondisi keamanan yang kondusif dan nyaman dengan harapan mudah-mudahan tahapan pilkada ini berjalan baik.
Sedangkan calon Walikota M. Hasan Bay menuturkan, sesuai dengan perkembangan zaman, Ternate menuju pada kota metropolis hal ini terjadi, maka Ternate akan terjadi diasfor, dan Ternate dihuni multi etnis, sehingga harus menjadi kota modern dengan masyarakat yang berbudaya. “ Tahapan pilkada ini akan dijalani secara demokrasi dengan pencabutan nomor urut dan mendorong kita untuk tetap berkomitmen untuk masa depan Kota Ternate yang berbudaya,” ungkapnya.
Menurut dia, siapapun yang nantinya terpilih sesuai dengan nomor urut pilihan bukan jadi masalah. “Karena semuanya terletak pada gagasan dan cita-cita untuk menata Kota Ternate menjadi lebih baik,” terangnya.
Hal senada disampaikan calon Wakil Walikota Ternate M. Asghar Saleh. Dimana Asghar menyampaikan selamat kepada tiga kontestan lain. “ Kami mendapat nomor urut tiga sebagai petunjuk dari Allah kami didukung oleh tiga partai besar, yakni Partai Golkar, Hanura dan Gerindra,” sembari menyampaikan apresiasi kepada semua stakeholder.
Calon Wali Kota M. Yamin Tawary menuturkan, dirinya dan Abdullah Tahir mendapatkan nomor urut empat yang mana sesuai dengan filosofi empat itu bagi mereka ada dua yakni Yamin dan Abdullah tidak pernah mundur sedikitpun pada komitmen empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “ Nomor empat itu nomor terakhir untuk menunjukkan kita membuat lompatan di Kota Ternate ini, yaitu berawal dari akhir dan berakhir di awal, untuk membuat Ternate lebih cepat maju dan bersaing dengan kota-kota yang lain di luar Maluku Utara,” ucap dia.
Setelah itu dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas oleh empat pasangan calon Walikota dan Wakil Wali Kota Ternate. (cim/one)

