TERNATE – Program pengembangan atlet sepak bola usia dini di Maluku Utara memasuki babak baru. Dimana, Malut United yang kini membentuk akademi Merah Purih hasil kerja sama dengan akademi sepak bola SL. Benfica asal Portugal.
Dari akademi Merah Putih ini rencananya akan menggodok talenta muda usia 7 hingga 9 tahun untuk diproyeksikan menjadi pemain profesional di masa depan, yang berasal dari Maluku Utara dan Maluku
Direktur PT. Malut Maju Sejahtera (MMS) Dirk Soplanit menjelaskan, fokus utama owner Malut United saat ini adalah membangun fondasi bagi anak-anak di kategori usia dini. Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama transformasi sepak bola dengan SL. Benfica Portugal yang diharapkan dapat melahirkan “produk” pemain berkualitas dalam 5 tahun ke depan, saat anak-anak tersebut menginjak usia 12-14 tahun.
Menurutnya, salah satu poin menarik dalam program ini adalah aspek sosialnya. Dirk menekankan bahwa program ini memberikan kesempatan khusus bagi anak-anak yatim piatu yang memiliki potensi di sepak bola namun terkendala secara ekonomi.
“Harapan dari owner Malut United beliau adalah mengangkat kehidupan anak-anak yatim piatu dan terkendala secara ekonomi ini. Kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya, namun tetap melalui proses seleksi yang sangat ketat,” katanya, dalam sesi konferensi pers yang didampingi Lourenco dos Reis Ferreira sebagai Benfica International Business Manager dan Davide da Rocha Gomes, Benfica International Technical Coordinator, pada Jumat (15/5/2026).
Dirk menegaskan, pentingnya akurasi data dalam proses rekrutmen. Langkah ini dilakukan agar rekrutmen nantinya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur secara ketat. “Jangan sampai kita kecolongan. Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa yang dibantu benar-benar anak yatim piatu yang layak secara kriteria dan memiliki bakat,” ungkapnya.
Menurutnya, proses rekrutmen akan dibuka secara umum di wilayah Maluku dan Maluku Utara, bekerja sama dengan Asprov setempat hingga sekolah sepak bola (SSB) dengan target sekitar 70 anak terpilih.
Khusus Papua, Dirk menyebutkan, akan ada perlakuan khusus untuk mencari sekitar 5 talenta dari Papua melalui jalur pemantauan langsung, mengingat jarak geografis.
Untuk para pemain muda yang terpilih nantinya akan ditempatkan di sebuah wadah atau akademi yang saat ini sedang dipersiapkan di Portugal. Sementara, fasilitas yang disiapkan di Maluku Utara meliputi dua lapangan sepak bola berkualitas internasional, kemudian asilitas pendidikan berupa sekolah umum. Kemudian program pelatihan intensif yang jadwalnya disesuaikan dengan kurikulum pendidikan setempat.
“Kami tidak hanya bicara soal bola, tapi juga pendidikan mereka. Jadwal latihan akan fleksibel mengikuti jam sekolah, baik itu pagi atau sore hari,” jelas Dirk.
Dikatakannya, dengan kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi para talenta muda Maluku Utara untuk berkarier di luar negeri. Dirk mengungkapkan bahwa manajemen sedang bekerja keras menjalin komunikasi dengan salah satu klub di Portugal sebagai wadah bagi anak-anak tersebut saat mereka siap terjun ke dunia profesional nantinya.
“Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memajukan sepak bola Indonesia, khususnya dari wilayah Timur, melalui manajemen yang profesional dan kemitraan internasional yang solid,” tutupnya.*
Editor: Hasim Ilyas

