MASI AMAN Komitmen Jamin Kesejahteraan Petani dan Nelayan

“Kenapa ini harus kita lakukan, karena tugas dari pemerintah adalah melayani, jadi ke depan petani kalau panen, itu tinggal dari penyuluh menelpon dinas terkait (Perindagkop) untuk datang beli di kebun, kemudian ditampung pada gudang pengawet,” tuturnya.

Muhammad Sinen bilang, untuk proses penjualan yang direncanakan MASI AMAN ini, misalnya pemerintah beli hasil pertanian berupa Tomat, di petani dengan harga perkilo 10 Ribu, maka dijual ke tengkulak dengan harga 7 Ribu, setelah itu pemerintah akan mengatur harga penjualan untuk tengkulak ke masyarakat Tirode, itu tidak bisa naik dari harga yang dibeli oleh pemerintah ke petani, yakni 10 Ribu. dengan begitu, harga untuk pangan bisa stabil dan mudah untuk dijangkau oleh masyarakat.

Sementara untuk Nelayan, kata Wakil Walikota Tidore 2 Periode itu, bahwa luas laut Kota Tidore mungkin tidak cukup bagi Nelayan Kota Tidore melakukan tangkapan ikan, tetapi produksi ikan terbesar di Maluku Utara, itu mayoritasnya bersumber dari Nelayan yang ber KTP Tidore.

Olehnya itu, kedepan, MASI AMAN akan bekerjasama dengan nelayan-nelayan dari Kota Tidore untuk berjualan ikan di Tidore, maupun diekspor keluar.

“Kami targetkan hasil tangkapan ikan dari Nelayan ini, kalau dijual keluar itu sudah menjadi Brand Kota Tidore,” tambahnya.

Olehnya itu, Muhammad Sinen, mengatakan, para petani dan nelayan Kota Tidore Kepulauan tidak perlu khawatir, berikan tanggung jawab itu kepada MASI AMAN untuk diperhatikan secara baik, dengan memilih pasangan MASI AMAN yang bernomor urut 1 pada tanggal 27 November 2024.

Pewarta   : Suratmin Idrus  
Editor    : Erwin Egga