Sekitar pukul 07.30 WIT, kata M Saum Amin, Gunung Dukono erupsi dengan menyemburkan abu setinggi 1.000 meter, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landasan abunya tidak tetap,” ujarnya.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Sepanjang 2025, PVMBG mencatat Gunung Dukono sudah meletus sebanyak 55 kali. Hingga hari ini, Rabu (26/3/2025), pukul 09.17 WIB, Gunung Dukono masih berstatus Waspada (Level II).
Berdasarkan laporan PVMBG, menurut hasil pemantauan sepanjang Selasa (25/3/2025), periode pukul 00.00-24.00 WIT, Gunung Dukono tercatat telah mengalami sebanyak 320 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 7-34 mm, dan lama gempa 35.63-112.75 detik, serta 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-6 mm, dominan 3 mm.
