DARUBA – Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Kejuruan (SMK) Bumi Moro, Yatman Taba, mengaku pihaknya mendapat kesulitan dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini.
Pasalnya, sebagian besar komputer di sekolahnya sudah rusak. Sementara sejauh ini, SMK Bumi Moro masih jauh dari perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara.
“Komputer yang tersedia di sekolah hanya 20 unit, bantuan tahun 2017. Tapi 10 unit sudah mulai rusak, jadi kami hanya berharap adanya perhatian dari Dinas Pendidikan Provinsi Malut, untuk pengadaan fasilitas komputer,” harap Yatman kepada awak media, saat ditemui di depan Masjid Agung, Desa Gotalamo, kemarin.
Adanya masalah ini, lanjut Yatman, SMK Bumi Moro tahun ini tidak lagi melaksanakan UNBK, melainkan pensil dan kertas.
“Jadi kami lakukan hanya secara manual (pensil dan kertas). Manual ini karena masalah teknis itu. Sehingga kedepannya mungkin masukan juga ke Dikbud Provinsi Maluku Utara soal bantuan peralatan kepada peserta. Sehingga, ketika ujian sekolah nantinya fasilitas penunjang sudah bisa diberikan di SMK Bumi Moro,” katanya.
Dengan demikian kedepannya sudah ada ujian berbasis komputer. Untuk itu, maka dibutuhkan fasilitas sekolah seperti personal computer, CPU kemudian alat pendukung lainnya seperti meja dan kursi. Kami sangat membutuhkan 20-30 unit komputer untuk digunakan pada saat ujian.
Yatman menambahkan, ujian SMK tahun ini akan dilaksanakan pada 18-26 April. Dan akan diikuti 16 siswa. “Untuk Jurusan yang ada di SMK Bumi Moro yaitu Program Pelayaran dan kedua Informatika,” katanya. (fay)

