SANANA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) bersama warga Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, kembali menggelar aksi turun jalan, terkait penebangan pohon kelapa dan menuntut Bupati Hendrata Thes segera memecat Penjabat Kepala Desa (Kades) Auponhia, Bambang Umfagur.
Ketua Umum PMII Cabang Sanana, Sahril Soamole mengatakan, dalam aksi tersebut mereka bersama sejumlah warga Auponhia menuntut agar Polres Kepsul segera menindaklanjuti kasus penebangan pohon kelapa warga yang diperintahkan oleh Kades Auponhia.
Sahril juga mendesak kepada Bupati Hendrata Thes untuk segera memecat pemimpin di desa tersebut. Alasannya telah melakukan pinjaman uang Bumdes senilai Rp 24 juta.” Kami mendesak kepada Polres Kepsul agar secepatnya menindaklanjuti serta melengkapi laporan pengaduan warga Auponhia soal kasus penebangan pohon kelapa yang diperintahkan Pj Kades. Kan laporan sudah lama, masa sampai sekarang laporannya belum lengkap lagi. Kami juga mendesak Bupati agar secepatnya memecat Pj Kades Auponhia,” katanya, Senin (13/7).
Senada juga disampaikan mantan Bendahara Bumdes Auponhia, Sutna Lossen. Dia mengaku bingung karena diberhentikan dari Bandahara tanpa sebab. Padahal, Pj Kades sebelumnya telah melakukan pinjaman uang Bumdes senilai Rp. 24 juta. Namun, ketika dirinya melakukan koordinasi dengan pihak Inspektorat terkait persoalan tersebut, ternyata dia telah diberhentikan dari bendahara Bumdes. “Saya bingung dengan tindakan yang diambil oleh Pj Kades. Masa saya belum tahu masalah, tapi langsung diberhentikan,” kesalnya.
Sedangkan, Mulyati Umafagur menambahkan, banyak pekerjaan di desa yang tidak benar. Belum lagi, dengan kehadiran Pj Kades ini membuat masyarakat di Desa Auponhia tidak harmonis seperti dulu lagi. Buktinya, sampai saat ini warga saling menghujat dan sebagainya. “ Iya banyak pekerjaan pembangunan fisik sudah rusak, belum lagi antara warga sudah tidak akur seperti dulu. Jadi kami berharap segera gantikan Pj Kades Auponhia,” pintanya.(nai)

