MABA – Kerukunan Pelajar Mahasiswa Gotowasi, menggelar dialog publik, dengan tema peran pemuda dalam mengembalikan khittah kebudayaan sebagai pisau revolusi pembangunan daerah, di Musholah Desa Gotowasi .
Hadir sebagai narasumber dalam Giat tersebut, kepala dinas Pariwisata dan kebudayaan Haltim Hardi Musa, Sekretaris komisi I DPRD Hasanuddin Ladjim dan Sekretaris DPD KNPI Haltim Rusmin Hasan.
Ketua Umum Kerukunan pelajar mahasiswa Gotowasi ( KPM-G ) Fikri Abdurrahman mengatakan, KPMG Haltim bangga memiliki tiga narasumber yang banyak memberikan kontribusi dalam gagasan hingga materi, untuk mengasah pikiran anggota KPMG “ ucapan terimakasih kepada semua stakeholder, sepupu, serta narasumber yang telah membantu kami baik pada aspek gagasan maupun materi, sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan lancar,” katanya.
Dikatakan, dialog publik KPMG didasari beberapa rekomendasi, diantaranya mendorong dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Halmahera Timur untuk dapat mengesahkan ranperda masyarakat adat, karena usia kabupaten Haltim ke 17 tahun belum memiliki aturan yang menjadikan adat legitimasi Poros kedaulatan masyarakat.
Lanjut Fikri, tak hanya DPRD Haltim untuk mengesahkan Ranperda Adat, rekomendasi KPMG juga diberikan ke Pemerintah desa dan BPD Desa Gotowasi, terkait struktur adat dalam mendorong akselerasi kebudayaan yang kental untuk mengenal jatidiri kebudayaan di wilayah tersebut.” kepada pemdes dan BPD Gotowasi untuk membuat perdes kaitannya dengan pembenahan struktur adat, sekaligus mendorong akselerasi atau percepatan kebudayaan dengan mengusulkan diadakan monumen kebudayaan yang menampil identitas masyarakat Gotowasi,” cetusnya.
Dia menambahkan, Pemerintah kabupaten Halmahera Timur juga didorong untuk membuat laboratorium kebudayaan Haltim, untuk menarik Perhatian publik guna melestarikan nilai kebudayaannya.” pemerintah daerah Halmahera Timur untuk membuat laboratorium kebudayaan Haltim, sehingga publik datang atau berkunjung ke Haltim mampu mengenal dan ada ketertarikan terhadap kebudayaan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Halmahera Timur, “ tandasnya. (ais)

