MABA – Jembatan Bongkar Muat Tol laut Manitingting di Desa Wailukum, kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mendapat perhatian Politisi partai PBB. Pasalnya Jembatan tidak disediakan lampu jalan, sehingga akan menyulitkan para nelayan melakukan aktivitas di malam hari.
Amatan wartawan di malam hari, Jembatan yang berukuran panjang kurang lebih 200 meter itu, terkesan Horor. Ketua partai Bulan Bintang kabupaten Halmahera Timur Faisal, Selasa (13/8) mengatakan, jembatan yang berada di Desa Wailukum membutuhkan sentuhan Pemerintahan kabupaten Halmahera Timur.
“Kondisi jembatan Manitingting sangat membutuhkan perhatian pemerintah setempat khususnya syahbandar unit Buli,” katanya. Dikatakan, tempat berlabuh kapal tol Laut itu, memiliki kapasitas untuk armada kapal Rute Halmahera Timur, agar fasilitas pelabuhan khususnya penerangan lampu yang ada di 10 tiang bisa difungsikan, guna mempermudah pengguna armada ketika melakukan aktivitas bongkar muat pada malam hari.
“Penerangan lampu ini sangat memudahkan pengguna armada yang sering berlabuh di malam saat melakukan aktivitas laut.” harap Ongen sapaan akrab Faisal.
Lanjutnya, aktivitas Tol laut di jembatan manitingting memiliki jadwal tersendiri, untuk Rute Halmahera Timur itu tidak ditempati petugas Dinas perhubungan laut di areal pelabuhan tersebut. “Setiap satu bulan tol laut masuk di jembatan manitingting, bahkan bangunan yang berada di jembatan itu tidak ditempati oleh petugas.” Kesalnya.
Faisal mendesak kepada Sahbandar cabang Buli Kecamatan Maba mengambil langkah untuk fungsikan penerangan di jambatan manitingting, sebab Penerangan pada malam hari di jambatan tersebut hanya mengandalkan tenaga surya di dua tiang lampu untuk memberi penerangan.
“Saya bersama masyarakat pemerhati mendesak kepada pihak pengelola pelabuhan manitingting agar memperbaiki lampu yang sudah mati,” tegasnya. (ais)

