“Tanpa itu semua maka kita di Halmahera Timur tidak akan mampu bersaing dengan Kabupaten dan Kota di Provinsi Maluku Utara,” katanya.
Lanjut Ubaid, dengan momentum MTQ ini kita memulai dengan pembukaan sampai empat hari kedepan pelaksanaannya maka harus disadari bahwa MTQ bukan hanya semata-mata untuk mencari bibit-bibit atau utusan Haltim pada MTQ tingkat Provinsi maupun Nasional.
“Tapi harus kita lihat di balik pelaksanaan MTQ ini yang harus dievaluasi adalah pengembangan dan Pendidikan keagamaan di suatu daerah itu berjalan dengan baik atau tidak,” ujarnya.
Untuk itu, Ubaid juga mengajak Kepala Kemenag Haltim agar mengevaluasi lembaga keagamaan di kecamatan-kecamatan sehingga diberikan penguatan dalam rangka peningkatan pengetahuan Alquran.
“Saya juga mengajak para guru di semua jenjang serta para orang tua di Halmahera Timur agar kita semua hidupkan pendidikan alquran di lingkungan keluarga masing-masing dalam rangka mempersiapkan generasi Al quran dan menjadi harapan kita semua,” harap Ubaid.
