Muhammad Abubakar Gagas Projek Alam Tenang, Lautku Senyap 

Oleh karena itu, lanjut Muhammad, perlu dibangun sebuah kesadaran kolektif antar unsur Pentahelix (Pemerintah, Masyarakat,  Pengusaha, Akademisi atau Pakar dan Media Massa) guna membangun sebuah ekosistem penanggulangan bencana yang bersifat komprehensif dan utuh, baik dalam kegiatan pra bencana, tanggap darurat maupun pascabencana.

Untuk membangun kolaborasi lintas sektor, Muhammad Abubakar, menggandeng sejumlah stakeholder untuk bersama-sama menanggulangi bencana di Kota Tidore Kepulauan. 

Diantaranya, Dinas PUPR, Perkimtan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, dan Bapperida.

Selain itu ada juga Kodim 1505 Tidore, Polresta, BUMN, Orari, Basarnas, Organda, Organisasi Angkutan Laut, Akademisi/pakar dan media (cetak/elektronik). 

“Langkah mengedukasi masyarakat dalam hal penanganan bencana, menjadi bagian terpenting yang akan kami lakukan bersama Dinas Pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada siswa/siswi, sementara untuk stakeholder lainnya akan berperan sesuai tugas dan fungsi mereka masing-masing,” tambahnya.