Wakil Wali Kota Tidore dua periode itu menegaskan, dirinya merupakan ketua tim pemenangan HAS Malut di Provinsi, namun, sejauh ini, dirinya tidak pernah memberikan arahan atau instruksi bahkan menjadi donatur bagi massa aksi untuk melakukan demonstrasi di Ternate.
“Saya sebagai ketua tim bertanggung jawab atas kerja-kerja pemenangan. Tapi kalau hasilnya seperti itu maka harus terima. Dan juga, bila hal-hal yang dianggap ada kecurangan maka ada mekanismenya, setelah penetapan KPU maka bisa dibawah ke Mahkamah Konstitusi,” paparnya.
Lebih jauh, Ayah Erik menuturkan, bila ditemukan ada beberapa warga Kota Tidore yang datang ke Kota Ternate untuk ikut melakukan demonstrasi maka itu pilihan mereka dan tidak ada arahan dari dirinya selaku ketua tim pemenangan HAS Malut.
“Jujur saya katakan, kalau bicara Tidore, saya menang tapi ada pihak yang coba rampas kemenangan dengan cara yang tidak wajar maka saya akan berontak. Tapi kalau untuk pilgub maka saya serahkan sepenuhnya kepada kandidat untuk diselesaikan secara aturan yang berlaku,” tutur Ayah Erik.
