Menurut Wali Kota, kalimat itu hanya sebatas candaan bagi Kepala-Kepala Dinas, ASN dan PPPK. Karena ia tau, di momentum Piala Dunia ini, tidak semua ASN mendukung Argentina, sehingga ia berharap video itu bisa dijadikan bahan lelucon.
Lebih lanjut, Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini, lantas mengajak seluruh Masyarakat Tidore, untuk kembali bersatu, sudahi semua perbedaan. Pasalnya, Piala Dunia telah berakhir, jadikan momentum ini sebagai hiburan.
“Kita boleh berbeda dalam euforia Piala Dunia, namun ketika waktunya sudah selesai, mari kita rapatkan barisan untuk kembali bersatu,” ajaknya.
Usai menjelaskan, Wali Kota kemudian diarak menuju Pantai Tugulufa guna melakukan ritual batobo. Ritual ini merupakan tradisi Masyarakat Tidore dalam menyemarakkan Piala Dunia. Apabila Tim kebanggaan mereka kalah saat bertanding, maka diwajibkan untuk batobo, sebagai bentuk hiburan dan simbol kekalahan.
Selain Wali Kota, Sekda Kota Tidore, Ismail Dukomalamo, dan Ketua DPRD Tidore, Ade Kama juga ikut dalam ritual tersebut, karena mereka adalah bagian dari Fans Fanatik Argentina.