Tidak ada dalam perencanaan Bappeda terkait dengan pembangunan ini, semua ini terjadi karena rasa.
Menurutnya, ini merupakan ibu kota Provinsi Maluku Utara dan pembangunan di sekeliling Puskesmas dan Kantor Camat sangat luar biasa, tetapi dua bangunan ini terlihat sangat kumuh, maka muncullah rasa itu sehingga dirinya menyampaikan kepada Walikota.
“Saya bilang pak wali supaya ada tanda, orang tau di mana pembangunan Provinsi dan di mana bangunan Kota Tidore Kepulauan, maka kita harus bangun kantor camat yang modelnya berbeda dengan bangunan yang ada di Provinsi Maluku Utara ini dan itu tanpa ditawar-tawar oleh Walikota, dan dia bilang pak Wakil Bismillah saja dan beliau sadar bahwa ketika kampanye pada periode pertama saya sempat sampaikan kepada masyarakat bahwa kalau rahmat ini ada di kita berdua, kalau boleh saya harus ada di Sofifi dan itupun beliau iyakan, dan saya berada di Sofifi ini bukan tiba saat tiba akal, karena itu melalui komitmen yang ada,” katanya.
Olehnya itu, lanjut Muhammad Sinen, ada banyak hal yang direncanakan itu berhasil tanpa sepengetahuan masyarakat di Kota Tidore.
