MUI Kota Tidore Gelar Musda Ke IV

“Kehadiran MUI ini juga diharapkan sebagai sebuah lembaga independen yang memiliki otoritas keagamaan Islam tertinggi di Indonesia, dan berlaku di Kota Tidore untuk dapat meningkatkan peran dan fungsinya, sehingga mampu mengarahkan dan membina umat Islam di Kota Tidore, dalam menanamkan dan memupuk aqidah Islamiyah, serta menjadikan ulama sebagai panutan dalam mengembangkan akhlak karimah agar terwujud masyarakat yang khair al-ummah yakni golongan masyarakat yang senantiasa menyerukan kepada kebaikan, mencegah kepada yang munkar dan beriman kepada Allah SWT,” harap Syofyan.

Sementara, Ketua MUI Kota Tidore Kepulauan K.H. M Saleh Yasin mengatakan, Musyawarah Ke-IV MUI Kota Tidore dengan mengusung tema “menguatkan kolaborasi antara Ulama Dan Umara Dalam membangun umat”, .

Sehingga dengan Musyawarah ini juga MUI berkomitmen untuk menata kelembagaan-nya dan bertekad meneguhkan jati diri dan bercita cita mewujudkan kondisi kehidupan masyarakat yang baik melalui aktualisasi potensi ulama zuama dan Cendekiawan Muslim, serta berupaya secara dinamis dan efektif, sehingga MUI mampu berkiprah di tengah tengah kondisi bangsa ini dengan memfungsikan peranan MUI sebagai Waratsatul Anbiya (Pewaris Nabi), Khadimul Ummah (Pelayan Umat), Wasilah Wasilatul Ummah (Perantara dan Penengah) , Penegak Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Lembaga Pemberi FATWAH.

Tak lupa, M. Saleh Yasin juga menyampaikan terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota serta seluruh lapisan masyarakat atas dukungan  dan kerjasama yang diberikan kepada MUI Kota Tidore selama masa hikmat 2018-2022.

“Semoga kerjasama ini tetap berlanjut hingga pada kepengurusan MUI di periode-periode selanjutnya,” Kata M Saleh Yasin.