Terkait masalah itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Morotai, meminta agar dinas terkait segera mengantisipasi kekosongan guru di sekolah-sekolah.
“Pemerintah daerah juga secepatnya mengambil langkah dalam rangka mengisi kembali kekosongan tenaga pengajar, baik ditingkat SMP maupun SD,” desak Ketua DPRD Pulau Morotai, Rusminto Pawane, dalam hering tersebut.
Dikesempatan itu, Rusminto juga menyampaikan, dalam resesnya di desa Aru Irian Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar), warga setempat mengaku kekurangan guru di sekolah mereka.
“Itu ada satu guru di SD Aru Irian. Itu guru mungkin ada 4 sampai 5 mata pelajaran yang ia pegang, karena yang tadi itu kita terjebak dari aspek kekurangan tenaga-tenaga pengajar sehingga kalau bisa pemerataan kegiatan itu, pemerataan nya didistribusi secara merata,” imbuhnya. Ia mengatakan, ada beberapa teman anggota DPRD juga menyampaikan, agar Pemkab Morotai jangan pernah menghilangkan fungksi guru, sehingga ini menjadi catatan buat semua pihak.
“Setiap tes CPNS dimana-mana kuota terbesar itu hanya dua baik tenaga kesehatan dan tenaga pengajar, kiranya ini menjadi catatan bahwa jangan pernah menghilangkan fungsi mereka,” tegas Rusminto. Misalnya, kata dia, jika intelegensi dan psikologi yang menjadi syarat bagi guru, paling tidak ada langkah Pemkab untuk peningkatan mutu dan memperbanyak bimbingan teknik (Bimtek).
“Karena Bimtek itu juga pada konsekuwensi beranggaran, tapi itu menjadi tanggung jawab kita. Terkait dengan pemindahan dari guru ke non guru itu menjadi catatan, sehingga bisa di evaluasi kembali. Jadi kami berharap dalam waktu dekat respon dari Pak Sekda dan Kepala BKD. Hasil evaluasinya bisa disampaikan ke DPRD,” pintanya.
Wakil Ketua I DPRD, Judi R Dadana, juga meminta agar masalah ini bisa disampaikan ke Bupati. “Jajarannya yang memberikan masukan-masukan yang produktif kepada pak Bupati agar kebijakan yang diambil itu menjadi lebih baik,” singkat Judi. (fay)
