Nasib Ribuan Tenaga Honorer “Digantung”

Kantor Bupati Morotai

DARUBA – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai dikabarkan tidak lagi melakukan pengangkatan tenaga honorer umum, baik yang bertugas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), honorer di 6 kecamatan, maupun tenaga pembantu dinas yang ditempatkan di desa-desa.

Berdasarkan data yang dikantongi Fajar Malut, terdapat seribu lebih honorer yang mengabdi ditahun 2020. Bahkan, sampai Maret 2021 ini, mereka masih mengabdi di dinas, kecamatan dan desa, dengan harapan agar bisa diangkat menjadi honorer.

Hanya saja sampai saat ini, nasib mereka belum jelas. Pasalnya, sampai 1 Maret 2021, Pemkab belum memberikan kepastian untuk merekrut kembali tenaga honorer. “Ada informasi, tahun 2021 ini, para honorer tidak lagi diakomodir oleh Pemda Morotai,” kata salah satu tenaga honorer yang bekerja di kantor Bupati kepada wartawan, Senin (01/03/2021).

Sementara disisi lain, masih banyak para honorer yang masih mengabdi di sejumlah kantor dengan harapan dapat diangkat kembali menjadi honorer.

“Kalau tidak percaya, silahkan pantau dan data, dari Januari sampai sekarang banyak tenaga honor yang masih bekerja di sekolah, dan perkantoran, dengan harapan dapat diangkat, sementara informasi yang beredar di kalangan honorer katanya tidak ada pengangkatan lagi,” ungkapnya. “Ini sudah sampai Maret tapi tidak ada tanda tanda pengangkatan, seharusnya kalau bicara kesejahteraan maka Pemkab harus segera angkat honorer,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pulau Morotai, Kalbi Rasyid, ketika dikonfirmasi terkait status honorer tahun 2021, Kalbi tidak memberikan jawaban secara detil. Hanya saja, alasannya masih dalam tahap evaluasi.

“Terkait tenaga kontrak daerah, beberapa waktu yang lalu pak Bupati sampaikan ke saya untuk lakukan verifikasi dan evaluasi. Atas usulan dari OPD yang ada di kabupaten Morotai, selanjutnya hasil verifikasi dan evaluasi kami akan sampaikan kembali ke OPD terkait menyangkut besaran jumlah dan lain lain itu kami belum bisa sampaikan karena kami masih evaluasi dan verifikasi,” singkat Kalbi. (fay)