Nelayan Asal Tidore Dilaporkan Hilang

Begitu pula pada 2  dan  3 Agustus 2025 cuaca serupa diperkirakan meluas ke wilayah Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, serta Kepulauan Sula, selain daerah-daerah yang disebut sebelumnya.

Kemudian pada 4 hingga  6 Agustus 2025 terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di wilayah Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.

Oleh karena itu BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan terganggunya jarak pandang.

Pemerintah daerah diminta memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem tata kelola sumber daya air guna mengantisipasi peningkatan curah hujan. BMKG juga mengimbau kepada BPBD, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku Utara, agar menghindarkan masyarakat dan arus lalu lintas dari zona-zona rawan bencana.

“Masyarakat juga diimbau untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai menerapkan langkah-langkah pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan gotong royong untuk penataan lingkungan,” ujarnya.

BMKG mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate untuk pembaruan cuaca terkini. (cr-02)