TERNATE – Koordinator Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara (Malut), Idhar Sidi Umar memperkirakan trend kasus positif covid-19 pada bulan Juli 2020 ini akan terus naik mencapai angka 1.000 kasus.
Mengatasi itu, Gugus Tugas (Gustu) Provinsi meminta agar kota Ternate dan Kota Tidore tidak terapkan new Normal. Menurutnya, perkiraan itu berdasarkan trend jumlah kasus yang terus mengalami kenaikan, yang sampai hari Rabu (1/Juli) telah mencapai 876 kasus positif. Sehingga tinggal 124 kasus akan mencapai di angka 1.000. “ Untuk jumlah kasus sebanyak 124 itu, besok atau lusa sudah mencapainya,” kata Idhar.
Dia meminta agar di Kota Ternate seharusnya tidak melakukan new normal. Sebab salah satu poin diterapkannya new normal adalah terjadinya penurunan jumlah kasus, minimal jumlah penularan dibawah lima untuk satu penular. “Kemarin tim epidemiologi datang untuk memaparkan di Kota Ternate, barulah Walikota Ternate kaget bahwa kondisinya memprihatinkan,” jelasnya.
Bahkan sebelumnya ia juga menyarankan agar Ternate dan Tidore menjelang lebaran mengunci setiap pintu kedatangan, baik di pelabuhan maupun bandara, kemudian dilakukan rapid tes massal sebanyak 10.000 untuk kedua daerah. Itu sudah dilaksanakan kedua daerah tersebut, namun untuk Tidore hanya melaksanakan rapid sebanyak 1700 dan Ternate 2.000.
“Artinya masih banyak sisa alat rapid tes yang berada di kedua daerah ini, tapi kenapa Ternate sudah tidak melakukan rapid lagi. Sehingga jika 5.000 alat rapid tersebut, maka setidaknya 5 persen dari jumlah penduduk sudah di rapid,” ujarnya.
Bahkan menurutnya, saat ini telah melaksanakan protokol ke-4 yakni isolasi atau karantina secara mandiri dan bisa jadi kedepan bisa naik level menjadi protokol ke-5. “Sejauh ini sudah protokol ke-4 dan bisa menjadi protokol ke-5. Hal itu masih dikaji,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya membentuk dua tim untuk dikoordinasikan dengan Ternate dan Tidore. Walaupun Kota Ternate untuk menolak rapid test, namun pihaknya akan terus melakukan koordinasi. “Sehingga kita akan menyampaikan Kepada Walikota Ternate bahwa ini laporan kami,” katanya.
Sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk melakukan rapid terhadap pedagang pasar di Kota Ternate sebanyak 2.333 orang. Namun sampai saat ini tidak dilakukan, sehingga pihaknya akan terus berkoordinasi agar rapid test dilakukan.
Untuk penanganan ini dia menyarankan agar terlebih dahulu menyelesaikan masalah di hulu, baru ke hilir. Dengan begitu dapat mengurangi jumlah pasien setiap bulannya.” Penyakit menular itu harus dilakukan pencegahan di hulu itu lebih penting, sehingga jika terjangkit ke mana-mana akan mengalami penurunan,” tukasnya. (nas).
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

