Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihart Noya, yang hadir mewakili Bupati Halmahera Utara, menyampaikan apresiasi atas peran NHM sebagai tuan rumah peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dipusatkan di KEE Desa Kao.
Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut merupakan bagian dari arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat upaya perlindungan ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati.
“Manfaat pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada keberlanjutan ekosistem, tetapi juga pada perlindungan keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya, termasuk burung Mamua yang berkembang biak di kawasan ini,” kata Yudihart.

KEE Mangrove Desa Kao memiliki nilai ekologis yang tinggi karena mampu menyimpan karbon sekitar 4 hingga 10 kali lebih banyak per hektar dibandingkan hutan tropis. Kawasan ini juga berfungsi sebagai habitat penting dan lokasi pembiakan alami bagi berbagai spesies ikan, udang, burung, serta biota laut lainnya, sehingga berkontribusi terhadap ketahanan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya pesisir.
Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, turut mengapresiasi sinergi antara NHM dan Pemda Halmahera Utara dalam mendukung pengelolaan kawasan tersebut. Ia berharap kebutuhan bibit mangrove dari berbagai pihak, baik NHM, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, maupun pemangku kepentingan lainnya, dapat melibatkan komunitas Green Kaidati sehingga tercipta sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.