Saat ini, sekitar 4.600 bibit mangrove telah ditanam, termasuk melalui proses penyulaman untuk mendukung keberhasilan pertumbuhan tanaman. Jenis yang ditanam meliputi Rhizophora mucronata, Sonneratia caseolaris, dan Mangrove Raja (Rhizophora albino).
Pengelolaan mangrove juga melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, perawatan, hingga penyulaman. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus membangun rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan mangrove.
Upaya pelestarian mangrove menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan NHM yang lebih luas, termasuk perbaikan dan pemulihan lingkungan serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Melalui berbagai upaya tersebut, NHM terus mendorong praktik pertambangan yang selaras dengan perlindungan lingkungan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Pengelolaan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional NHM. Upaya pelestarian mangrove bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Pengakuan ini tentu menjadi motivasi bagi seluruh insan NHM untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan dan menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” ujar Widi Wijaya, Manager Safety, Health, & Environment (SHE) NHM.
Pencapaian ini menjadi dorongan bagi NHM untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan dan memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta keberlanjutan wilayah operasional. (fer)