JAILOLO – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo, Syaifullah Radjilun berjanji bakal memberikan sanksi tegas terhadap oknum bidang berinisial AS yang diduga melakukan penipuan terhadap keluarga pasien mengenai biaya pengobatan.
“Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan bila terbukti melakukan perbuatan sebagaimana disampaikan keluarga pasien,” tegas Syaifullah ketika dikonfirmasi, Senin (30/11/2020).
Meski begitu, Syaifullah mengaku sudah membicarakan permasalahan itu dengan pihak keluarga, dan pimpinan, ia meminta kepada keluarga pasien atas tindakan oknum petugas RSUD tersebut. “Kami sudah langsung membicarakan bersama dengan pihak keluarga atas permasalahan ini. Kepada pihak keluarga kami pihak RSUD minta maaf atas kejadian ini,” ucapnya.
Kejadian ini bermula ketika salah satu pasien yang dioperasi terkait pembayaran besaran resep obat yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Salah satu bidan itu menyampaikan bahwa harga obat.
“Salah satu bidan merawat keponakan saya , dan dia sampaikan ke saya bahwa harus bayar obat Rp 200 ribu, dan kita langsung berikan uang tersebut. Namun bidan tidak menunjukan bukti pembayaran ke kami,” ungkap Fadli Anjas, salah satu keluarga pasien, kemarin.
Setelah diberikan, kata dia, pihak keluarga juga tidak lagi menanyakan. Namun ketika keponakannya seusai operasi menjelang beberapa hari sudah diizinkan pulang mereka diminta tagihan biaya obat oleh pihak rumah sakit.
“Kami keluarga meminta lagi biaya yang sudah kami kasi ke bidan tersebut, dan ternyata bukti resep dari obat yang diberikan ke kami hanya bernilai Rp. 80 ribu, tapi dia (bidan) meminta Rp. 200, ribu dan ternyata tidak bayar ke pihak rumah sakit,” tutur dia.
Padahal, kata dia, biaya operasi pokananya langsung dibayar lunas oleh pihak keluarga karena tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan.Geram dengan sikap oknum bidan, pihak keluarga pasien berencana melaporkan kepada pihak kepolisian.
“Kami lakukan ini agar ada efek jerah dan tidak lagi mengulangi perbuatannya,” tegasnya. Namun demikian, pihak rumah sakit sudah berinisiatif menyelesaikan masalah itu secara damai. (ais)

