Orang Taliabu Jual Kopra di Luwuk

Petani Kelapa

BOBONG – Sejak puluhan tahun, orang Taliabu menjual hasil-hasil pertanian ke Luwuk, Kabupaten banggai Sulawesi Tengah. Hasil pertanian daerah paling ujung Maluku Utara itu bahkan dilakukan sebelum dan setelah dimekarkan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).

Salah satu hasil pertanian unggulan warga Taliabu yang dipasok ke Luwuk Sulawesi Tengah itu adalah kopra. Salah satu potensi unggulan  paling banyak terdapat di pesisir selatan pulau Taliabu.

Kopra yang dikirim ke Luwuk dengan jumlah yang tidak sedikit. Ditaksir sebanyak jutaan ton per tahun. Dari sisi pajaknya sangat berimplikasi terhadap Pendapatan pemerintah daerah setempat.

Menghadapi pandemi Covid-19 tahun 2022 ini, harga kopra cukup baik, bahkan pada tahun 2022 ini, harga kopra di Kabupaten Luwuk, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai naik dari sebelumnya hanya seharga Rp 9 ribu per kilo, kini mencapai Rp 14 ribu per kilogram dari nol persen basah, jika basah harganya sedikit dibawah.

Nasir, salah seorang petani kopra asal Taliabu selatan kepada Fajar Malut mengatakan, alasan petani kopra menjual hasil pertanian ke luar daerah (Luwuk) karena harga beli di pasaran Luwuk lebih tinggi dibandingkan di jual di pedagang pulau Taliabu.

Kendati pengiriman kopra ke Luwuk dibutuhkan biaya bongkar muat maupun biaya pengiriman, namun Nasir mengaku masih diuntungkan ketimbang dijual di Taliabu.

“Hasil kopra yang dibawa ke Luwuk (Sulteng) tersebut, untuk ongkos buruh pelabuhan Rp 10.000 per karung, dan ongkos kapal 1 kilo Rp 400 rupiah per kilogram. Jadi kalau 1 ton Rp 400 ribu. Itu kami masih bisa dapat keuntungan dibandingkan jual ke pedagang lokal yang ada di Taliabu,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu sudah beberapa tahun ini memberikan suntikan anggaran miliaran rupiah kepada Perusahaan Daerah (Perusda) belum bisa menghentikan warga menjual kopra ke Luwuk.

Para petani meminta, jika  pemerintah setempat menginginkan hasil mereka tidak dibawa keluar daerah, maka harus menyesuaikan harga pasaran. “Kami para petani kopra yang ada di Taliabu tidak akan membawa hasil kopra kami lagi keluar Taliabu jika harga pasaran seperti di Luwuk,” tukasnya. (bro)