“Kami undang untuk klarifikasi, tapi mereka tidak hadir. Lalu kami harus percaya informasi dari siapa?” katanya.
Deny mengaku pihak Organda telah beberapa kali melakukan komunikasi langsung dengan PT Labrosco, baik di kantor perusahaan di Ternate maupun di Jailolo. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kepastian pembayaran.
“Sudah beberapa kali kami melakukan pertemuan, tetapi belum ada kepastian kapan hak-hak anggota kami dibayarkan,” ungkapnya.
Ia berharap, persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan persoalan berkepanjangan di lapangan. Meski demikian, Organda Halbar tidak menutup kemungkinan mengambil langkah lanjutan apabila belum ada penyelesaian dari pihak perusahaan.
“Kalau tetap tidak diselesaikan, tentu kami akan mengambil langkah berikut untuk memperjuangkan hak anggota,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Labrosco belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut meski upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (ais)
