WEDA – Dugaan kasus penyerangan warga di hutan Patani oleh orang tak dikenal (OTK) kembali terjadi. Aksi penyerangan itu menimpa 7 warga Patani yang diketahui hilang sejak Sabtu (20/03/2021). Dari 7 warga yang hilang di hutan Patani itu, seorang diketahui anggota TNI -AD yang bertugas di Koramil 1512/02 Patani.
Setelah mendapat informasi, pasukan gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 1512/02 Patani, Pos Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Polsek Patani serta masyarakat melakukan pencarian.
Menurut informasi yang beredar di masyarakat, tim gabungan berhasil menemukan dua dari 7 warga yang selamat dan satu orang dinyatakan meninggal dunia serta empat orang masih dalam pencarian. Warga yang selamat adalah Marsawan. Dia berhasil lolos dan sementara berada di Puskesmas Patani, kondisinya shock dan masih trauma dan Jahid, sudah di rumahnya, masih trauma serta Resno kondisi meninggal dunia, karena terkena anak panah yang menancap di bahu belakang.
Sementara proses pencarian empat warga yang hilang masih dilakukan tim gabungan, satu warga meninggal masih proses evakuasi oleh tim gabungan dari dalam hutan. Kronologisnya, bermula dari lima warga Desa Tepeleo Batu Dua, Kecamatan Patani Utara dan satu warga Desa Masure, Kecamatan Patani Timur serta satu anggota TNI Koramil 1512/02 Patani yang bertugas sebagai Babinsa, pergi ke hutan di daerah Desa Peniti, Kecamatan Patani Timur .
Pada Minggu (21/03/2021) seorang warga bernama Sahril, warga Desa Tepeleo Batu Dua mendapat informasi melalui handphone dari Zaidan warga Desa Shil, Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), bahwa tadi pagi di belakang hutan Desa Shil ada sekitar 7 orang warga dikejar oleh orang tak dikenal (OTK) dan satu orang berhasil meloloskan diri atas nama Jahid (40) warga Desa Tepeleo Batu Dua kecamatan Patani Utara.
Dihari yang sama pada Minggu (21/03/2021) pukul 21.00 WIT, Sahril berkoordinasi sekaligus melaporkan kepada Sertu Bazir Dan Pos 3 Desa Tepeleo di Pos Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya, bahwa terdapat 7 orang warga sejak Sabtu tanggal 20 Maret 2021 pukul 07.00 WIT sampai dengan sekarang belum kembali dari kebun di Daerah Masure, Kecamatan Patani Timur.
Terpisah, Komandan Kompi (Danki) SSK 3/Weda Satgas Pamrahwan Yon Armed 8/105 Tarik Uddhata Yudha, Kapten Arm Edy Tri Santoso membenarkan ada laporan masyarakat terkait masyarakat belum kembali dari kebun kepada Dan Pos Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara.
“Adapun langkah yang diambil, berkoordinasi dengan Pos Satgas Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara, Koramil 1512-02/Patani dan Polsek Patani serta masyarakat untuk melakukan pencarian,” ungkap Danki, saat dikonfirmasi.
Lanjut Danki, personil yang ikut dalam pencarian, lima orang Anggota Pos Satgas Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo yang dipimpin oleh Danpos Serda Dwi Cahyo, empat orang anggota Koramil 1512-02/Patani, lima orang anggota Polsek Patani, sepuluh orang masyarakat Desa Tepeleo kecamatan Patani Utara.
Identitas warga tersebut, katanya, Ucu (40), Jahid (40) (yang berhasil lolos), Martawan (45), Anto (45), Risno (40) yang merupakan warga Tepeleo Kecamatan Patani Utara dan satu warga Desa Masure Kecamatan Patani Timur atas nama Haji Masani (55) serta Kopral Dua (kopda) Jen Tehuayo (35), Anggota Koramil 1512-02 Patani. “Personil yang berangkat melakukan pencarian di lokasi yang diduga masyarakat yang hilang sekitar pukul 21:00 Wit dan sampai sekarang belum ada informasi yang diterima,” tutup Danki. (udy)
